IHSG Diprediksi Naik Tipis Pekan Depan, tapi Pasar masih Rapuh

 Gana Buana
12/4/2026 15:09
IHSG Diprediksi Naik Tipis Pekan Depan, tapi Pasar masih Rapuh
IHSG diproyeksi bergerak datar dengan kenaikan terbatas pekan depan.(Antara)

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diperkirakan belum akan lepas dari pola mendatar, meski peluang penguatan tipis tetap terbuka. Pasar dinilai masih berada dalam fase konsolidasi setelah dihantam sentimen global dan domestik dalam beberapa pekan terakhir.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai, ruang kenaikan IHSG masih terbatas karena investor belum melihat katalis baru yang cukup kuat untuk mendorong reli lebih agresif.

“IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan menguat tipis. Ada peluang rebound teknikal setelah tekanan beberapa pekan terakhir, tetapi pasar belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi. Pergerakan masih cenderung terbatas sambil menunggu sentimen baru,” kata Reydi, Minggu (12/4).

Dari eksternal, arah pasar disebut masih akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, dinamika geopolitik, serta fluktuasi harga komoditas.

Menurut Reydi, sentimen positif baru bisa muncul apabila bursa global kembali menguat dan tensi geopolitik mulai mereda.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar diperkirakan tertuju pada lanjutan respons investor asing terhadap isu MSCI dan seberapa besar tingkat kepercayaan pasar terhadap saham domestik.

Selain itu, arah suku bunga Bank Indonesia (BI), perkembangan penilaian dari lembaga penyedia indeks global, data inflasi, hingga pergerakan nilai tukar rupiah dinilai akan menjadi faktor penentu arus modal asing ke pasar saham Indonesia.

“Kombinasi faktor itu akan menentukan apakah capital inflow bisa kembali stabil atau investor asing masih memilih wait and see,” ujar Reydi.

Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar disebut cenderung mengambil posisi lebih defensif. Investor dinilai lebih selektif dengan memusatkan perhatian pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.

Reydi menambahkan, rotasi dana juga mulai terlihat mengarah ke sektor berbasis komoditas dan energi, seiring meningkatnya tekanan geopolitik global.

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/4), IHSG berakhir menguat 150,91 poin atau 2,07% ke level 7.458,50. Sementara indeks LQ45 naik 12,57 poin atau 1,71% ke posisi 746,47.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 2.287.124 kali transaksi dengan volume 42,94 miliar saham dan nilai transaksi Rp18,12 triliun. Sebanyak 485 saham ditutup menguat, 181 saham melemah, dan 153 saham stagnan. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya