Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hingga 31 Januari 2026 realisasi penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,8% secara tahunan (yoy). Ia optimistis ekonomi di tahun ini akan menguat.
"Kinerja penerimaan negara ini terutama ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh tinggi hingga 30,8% secara yoy," ujarnya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%. "Sehingga, seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif," kata bendahara negara.
Gambaran penerimaan pajak pada bulan Januari ini, kata Purbaya, menunjukkan memang pembalikan arah ekonomi sedang terjadi sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu.
"Dapat disebutkan ekonomi Indonesia memasuki tahun 2026 berada dalam kondisi yang kuat. Pertumbuhan stabil, inflasi terkendali, sektor eksternal kuat, dan pasar keuangan semakin berdaya tahan serta menarik bagi investor," tambah Purbaya.
Pada 2026, base money atau uang beredar dikatakan masih tumbuh dobel digit dan likuiditas tetap terjaga untuk mendukung pertumbuhan kredit yang lebih tinggi. Inflasi berada dalam rentang aman dan terkendali, mulai dari 0,76% pada Januari dan meningkat bertahap seiring pola musiman hingga berada di 3,55% pada Januari 2026.
"Ini menunjukkan tekanan harga masih dikendalikan dan tidak mengganggu daya beli," tegasnya.
Di sisi lain, penerimaan bea dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14%. Penurunan ini dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 0% sebesar 29% serta turunnya minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), dari 1.059 dolar AS per metric ton menjadi 916 dolar AS per metric ton, atau terkoreksi sebesar 13,5%," terang bendahara negara.
Purbaya kemudian menjelaskan kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga melemah dengan pertumbuhan negatif sebesar 19,7%.
"Ini kibat tidak berulangnya setoran dividen perbankan sebesar Rp10 triliun pada tahun sebelumnya," terangnya.
Kenaikan inflasi pada Januari 2026 dikatakan bersifat sementara karena faktor base effect dan adanya subsidi energi sebesar 20% pada tahun lalu. “Harusnya kalau dampak subsidi ini dihilangkan, inflasinya masih sekitar 2,5%–2,6% kalau tidak salah. Jadi inflasi masih cukup terkendali, ekonomi tidak kepanasan," tutupnya.
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 41,1 miliar dolar AS atau melonjak 31,1% secara year on year. Hal ini, ungkap Purbaya, mencerminkan tidak hanya produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar global, tetapi juga bahwa produk ekspor yang dihasilkan memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Untuk sektor manufaktur, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur domestik berada di zona ekspansif tercatat di level 51,2 pada akhir 2025 dan berlanjut meningkat menjadi 52,6 pada Januari 2026.
"Kondisi tersebut menjadi sinyal optimistis sekaligus menegaskan ketahanan serta daya saing eksternal ekonomi Indonesia," kata menkeu.
Pemerintah, tuturnya, terus memperkuat iklim usaha dan mendorong daya saing industri, terutama melalui satuan tugas (satgas) menghilangkan hambatan di dunia usaha atau debottlenecking dan penguatan networking guna meningkatkan iklim investasi. Pasar keuangan pun menunjukkan perbaikan. (Ins/P-3)
Menkeu menyatakan ketidakpastian ekonomi global terjadi setiap tahun di semua negara, bukan hanya di Indonesia.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia melakukan "dosa besar" setelah memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% tahun ini.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
Kondisi tersebut berubah pada era Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata Purbaya, gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah. N
Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor. Kondisi IHSG turun bahkan sempat memunculkan pertanyaan di pasar, kenapa IHSG turun hari ini?
Ia menuturkan, sebagai net-importir minyak dengan lifting sekitar 600 ribu barel per hari dan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kantor wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kontribusi pajak kripto nasional mencapai Rp1,96 triliun hingga Februari 2026. Indodax setor Rp907,11 miliar, bukti kepatuhan industri aset digital.
Meningkatnya ketidakpastian global dinilai turut mendorong pertumbuhan sektor informal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Lonjakan belanja negara pada awal 2026 dinilai mulai memberi dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi domestik.
Dalam dua bulan pertama tahun anggaran, defisit APBN telah mencapai Rp135,7 triliun. Lebih parahnya, kondisi ini diiringi kontraksi penerimaan negara sebesar Rp94,3 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved