Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tak khawatir soal kemungkinan penurunan peringkat Indonesia dalam klasifikasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Saat ini, Indonesia berada dalam kategori emerging markets atau pasar berkembang, dan terancam turun ke kelas frontier markets atau pasar pra-berkembang. Ini setelah MSCI mengumumkan pembekuan terhadap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya, yang memicu tekanan di pasar saham.
MSCI memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan perbaikan, khususnya terkait transparansi dan tingkat investabilitas pasar.
“Tidak (khawatir), karena kondisi kita sedang membaik. Kecuali jika kita mengabaikan peringatan MSCI hingga Mei, maka kita harus khawatir,” ujar Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2).
Menurut Purbaya, pemerintah bersama seluruh regulator pasar telah mengambil langkah dan pendekatan yang tepat untuk memastikan seluruh rekomendasi MSCI dapat dipenuhi sebelum batas waktu tersebut.
Ia optimistis Indonesia akan mampu memenuhi standar yang diminta. Dengan demikian, ia menilai investasi di Indonesia tidak akan menghadapi kendala berarti ke depannya.
“Saya pikir pemerintah dan setiap regulator pasar telah mengambil pendekatan yang tepat untuk memastikan sebelum Mei tahun ini, kita akan memenuhi apa yang diinginkan MSCI," kata Bendahara Negara.
"Jadi, berinvestasi di sini seharusnya tidak masalah. Kami akan mengikuti dan mematuhi praktik terbaik global,” lanjutnya.
Purbaya juga menyinggung soal keluarnya sejumlah pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI pasca pengumuman MSCI. Menurutnya, langkah tersebut justru mencerminkan bentuk tanggung jawab atas pengelolaan pasar yang dinilai belum optimal.
“Tidakkah menurutmu ini pertanda baik? Pasar tidak dikelola dengan benar. Dan ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, maka mereka harus bertanggung jawab karena kita tahu bahwa mereka tidak menanggapi keinginan MSCI dengan tepat,” kata Purbaya.
Ia menegaskan OJK dan BEI memiliki tanggung jawab besar dalam mengendalikan pasar modal. Karena itu, menurutnya, adanya pergantian pimpinan menunjukkan kesadaran atas kesalahan yang terjadi dan komitmen untuk memperbaiki tata kelola ke depan. (E-4)
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
MENTERI Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah masih membahas terkait pengenaan bea keluar batu bara.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah jalankan 'survival mode' untuk jaga ekonomi, fokus pada efisiensi fiskal dan pemberantasan kebocoran negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan insentif motor listrik Rp5 juta per unit mulai tahun ini untuk percepat transisi energi bersih.
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
IHSG ditutup melemah 0,46% ke level 7.559 pada 21 April 2026. Sentimen negatif dipicu keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia.
BEI terus menjalin komunikasi dengan MSCI dan investor global. Meski reformasi diakui, MSCI masih menahan kebijakan terhadap Indonesia hingga review Juni 2026.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali menahan perubahan bobot saham Indonesia dalam rebalancing indeks periode Mei 2026.
IHSG diproyeksi bergerak datar dengan kenaikan terbatas pekan depan. Investor masih defensif, menanti katalis baru di tengah tekanan global dan isu MSCI domestik RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved