Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini. Ruang pelonggaran tersebut sejalan dengan kondisi inflasi inti yang tetap rendah serta kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Perry menjelaskan, Bank Indonesia sepanjang tahun lalu telah menurunkan BI Rate sebanyak lima kali. Bahkan sejak September 2024, suku bunga acuan telah dipangkas hingga berada di level 4,75%.
“Kami juga masih melihat ke depan ada ruang penurunan suku bunga lebih lanjut,” ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (27/1).
Ia memaparkan, inflasi inti yang mencerminkan kemampuan kapasitas ekonomi dalam memenuhi permintaan masih berada pada level yang rendah. Pada Desember 2025, inflasi inti tercatat sebesar 2,38%, berada di bawah titik tengah sasaran inflasi BI sebesar 2,5% dengan kisaran ±1 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas ekonomi nasional masih jauh lebih besar dibandingkan realisasi pertumbuhan saat ini. Bank Indonesia memperkirakan kapasitas produksi nasional dalam dua tahun ke depan berada di kisaran 5,8% hingga 6,2%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah rentang tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi inti.
“Karena inflasi inti kita rendah dan masih perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, maka kebijakan suku bunga diarahkan untuk mendukung hal tersebut,” jelas Perry.
Ia menambahkan, sikap kebijakan moneter BI ke depan tetap bersifat akomodatif, tidak hanya melalui penurunan suku bunga, tetapi juga melalui ekspansi likuiditas. Langkah tersebut antara lain ditempuh lewat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder serta pendalaman pasar uang untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter. (H-3)
KEPUTUSAN Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% di tengah tekanan global membawa konsekuensi berlapis bagi dunia usaha.
intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar spot, Domestic Non- Deliverable Forward dan pasar Surat Berharga Negara langkah taktis dalam meredam gejolak nilai tukar rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
Rupiah hari ini menguat ke Rp17.168 per dolar AS berkat intervensi BI dan aksi profit taking di tengah tekanan geopolitik global. Cek analisisnya.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
IHSG ditutup melemah 2,16% ke 7.378,61 akibat rupiah tembus Rp17.300 per dolar AS dan kenaikan harga minyak global. Simak analisis lengkapnya.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar yang masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi di Bursa Efek Indonesia, seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved