Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taufan Marhaendrajana meninjau kemajuan proyek strategis CO2 Reduction, yang saat ini berjalan sesuai target,di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1, Lapangan Akasia Bagus, Pertamina EP di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada awal Mei lalu.
VP Production & Operations Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Rahmat Ali Hakim menyatakan bahwa proyek CO2 Reduction ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas produksi energi Indonesia, sekaligus mencapai kemandirian energi. Investasi dalam proyek ini menunjukkan komitmen Pertamina EP untuk memastikan pasokan energi yang stabil di masa depan.
"Hingga saat ini, proyek optimasi pengembangan Lapangan-Lapangan Akasia Bagus – Gantar, atau disebut OPLL ABG –GTR, telah berkontribusi dalam optimalisasi cadangan minyak sebesar 12,71 juta stok barel (million stock tank barrels/MMSTB) dan gas sebesar 10,53 miliar kaki kubik (billion standard cubic feet/BSCF)," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (26/5).
Dalam upaya mencapai efisiensi dan keberlanjutan operasional, Pertamina EP menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan multinasional BASF. Perusahaan yang berbasis di Jerman ini bergerak di sektor industri kimia, dan dikenal sebagai salah satu produsen bahan kimia terbesar di dunia.
BASF menyediakan berbagai produk dan solusi teknologi, termasuk bahan kimia khusus, katalis, dan teknologi pengolahan gas, yang relevan dengan proyek kolaborasi bersama Pertamina EP di Lapangan Akasia Bagus.
Pada kolaborasi Pertamina EP dan BASF ini, BASF berperan sebagai licensor, yakni penyedia lisensi teknologi untuk unit pengolahan gas asam (Acid Gas Removal Unit (AGRU) berbasis sistem amine (methyldiethanolamine/MDEA), serta mendukung keahlian teknis untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pengolahan gas asam yang mampu menangani kadar CO2 yang tinggi.
Hasil sinergi kedua perusahaan ini mampu memberikan kinerja terobosan yang pertama di dunia, yakni mengolah gas hasil produksi yang dikumpulkan di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) yang berkadar CO2 yang tinggi, yakni 65% mole, menjadi 8%, yang sesuai dengan spesifikasi gas siap jual.
Lapangan Akasia Bagus dioperasikan Pertamina EP dikembangkan berdasarkan Plan of Development (POD) yang disetujui pada 27 Desember 2017 dengan mekanisme dua tahap, Stage 1 dan Stage 2. Hingga kini, Pertamina EP telah melakukan pengeboran 12 sumur pengembangan di klaster Akasia Bagus dan terdapat 26 sumur produksi aktif di Lapangan Akasia Bagus.
Untuk meningkatkan keandalan fasilitas dalam menampung hasil produksi migas, Pertamina EP tengah melakukan upaya peningkatan (upgrading) fasilitas Stasiun Pengumpul Akasia Bagus, dari kapasitas awal 1.750 barel cair per hari (BLPD)dan 3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD),menjadi 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD.
Selain fokus pada peningkatan produksi, Pertamina EP juga berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Upaya ini termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan dan penghijauan di area pesisir, dengan penanaman lebih dari 86 ribu mangrove. Proyek upgradingSP ABG ini mencerminkan langkah nyata Pertamina EP dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas, penerapan teknologi inovatif, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. (H-2)
Sepanjang 2025 perusahaan terus mewujudkan komitmen keberlanjutan melalui langkah nyata dengan memanfaatkan pendekatan berbasis data di seluruh agenda ESG.
Inisiatif ini bukanlah sekadar kampanye sesaat, melainkan bagian dari sistem tanggung jawab jangka panjang perusahaan yang telah dibangun sejak tahun 2022.
Selain membantu mengurangi sampah organik, eco-enzyme juga berfungsi untuk memperbaiki kualitas air dan mengurangi bau pada saluran air.
Seiring dengan meningkatnya kompleksitas implementasi ESG, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menentukan prioritas dampak, kesiapan organisasi, hingga pendanaan.
Capaian peringkat Hijau yang diraih didorong berbagai inisiatif keberlanjutan, seperti efisiensi energi dan air, penurunan emisi, hingga pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Program ini menjadi momentum bagi industri untuk melihat pentingnya pembangunan komunitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Pengembangan energi nuklir tidak hanya merupakan persoalan teknologi, tetapi juga kesiapan tata kelola, komunikasi publik, dan mitigasi risiko.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menjajaki kerja sama pengembangan bioetanol melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina Group dan Medco Group.
Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit.
Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu menuntut semua pihak untuk bersiap dan berperan aktif membantu masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved