Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan setidaknya terdapat empat permasalahan utama yang menimbulkan anomali hilirisasi di Indonesia. Karenanya, empat hal itu mesti dicari jalan keluarnya oleh pemerintah agar anomali itu dapat dihentikan.
Permasalahan pertama, kata dia, ialah sifat investasi di sektor penghiliran sumber daya alam (SDA) yang padat modal. Itu menyebabkan serapan tenaga kerja menyusut meski nilai dari penanaman modal yang terjadi terbilang besar.
“Investasi smelter bersifat padat modal, jadi efek ke penyerapan tenaga kerja relatif lebih kecil dibanding sektor pertanian, perkebunan dan perikanan yang justru terdampak pencemaran air udara dan alih fungsi lahan,” ujarnya saat dihubungi, Senin (29/7).
Baca juga : Jawab kebutuhan Industri, BIRU Terapkan Konsep 'Link and Match'
Hal kedua, lanjut Bhima, repatriasi keuntungan dari smelter yang ada di Indonesia justru cenderung mengalir ke luar wilayah Indonesia, sementara modal yang kembali ditanamkan di dalam negeri relatif lebih kecil.
“Dominasi industri nikel investasinya asal Tiongkok, dan nikel cukup membawa laba besar untuk dikirim ulang keuntungan ke negara asalnya,” tambahnya.
Permasalahan ketiga, hilirisasi di Indonesia juga dinilai memiliki lubang besar di tengah dan akhir dalam prosesnya. Sebagian besar olahan Nickel Pig Iron (NPI) dan feronikel di ekspor ke Tiongkok, sementara Indonesia masih mengimpor baterai dan kendaraan listrik jadi. “Artinya ekosistemnya masih jauh disebut membawa nilai tambah optimal,” tutur Bhima.
Baca juga : Perlu Kolaborasi Multisektor untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Berdaya Saing
Masalah keempat ialah minimnya keterlibatan pemerintah daerah dalam aktivitas hilirisasi. Bhima menilai pembagian keuntungan untuk pemda teramat kecil dari proses penghiliran di wilayahnya. Itu terutama disebabkan oleh banyaknya perizinan dan pengelolaan hasil penerimaan hilirisasi di kawasan industri masuk ke kantong pemerintah pusat.
Hal lain yang juga mesti dipertimbangkan untuk menghilangkan anomali hilirisasi ialah peningkatan kualitas SDM, utamanya mereka yang berada di sekitar wilayah penghiliran. Ini menjadi penting, utamanya untuk mendorong masyarakat lokal terlibat langsung dalam aktivitas penghiliran.
Bhima mengatakan, pengembangan kualitas SDM di Tanah Air terbilang cukup lambat, bahkan tertinggal dari banyak negara. Dalam konteks hilirisasi, misalnya, sarana pendidikan atau vokasi di Indonesia belum bisa mendukung atau memenuhi kebutuhan aktivitas hilirisasi nasional.
“Begitu juga dengan kapasitas perguruan tinggi, akibatnya banyak tenaga ahli juga didatangkan dari luar wilayah hilirisasi, bahkan dari tenaga kerja asing,” pungkas Bhima. (Mir/Z-7)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Perusahaan komunikasi dan public relations XP+ resmi melakukan relaunch brand sebagai bagian dari transformasi strategis guna memperkuat kapabilitas di tengah perubahan lanskap industri.
Sebagai bagian dari program kerja ekspansi global, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) kembali merealisasikan langkah strategis dengan mengirimkan tenaga profesional Indonesia.
BNPP menegaskan pentingnya sinergi para dai dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan negara
Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan pendidikan teknis serta dukungan terhadap penelitian dan pemberian beasiswa di bidang kelapa sawit.
Sebaran usia tenaga kerja berada pada rentang 19-56 tahun dan didominasi usia produktif, sehingga menjadi fondasi SDM yang kuat untuk menjaga kualitas layanan.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Health Talk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved