Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mewaspadai jebakan utang pendanaan transisi energi dari program Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP) karena berasal dari utang luar negeri.
Total pendanaan JETP disepakati antara Indonesia dan pimpinan International Partners Group (IPG) yang dimotori Amerika Serikat (AS) sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp308 triliun (kurs Rp15.448).
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan pemerintah Indonesia berupaya agar utang pendanaan JETP merupakan utang produktif untuk pembangunan proyek-proyek transisi energi.
Baca juga : Sektor Rancang Bangun Industri Berperan Penting dalam Transisi Energi
Hal itu disampaikan Rachmat dalam peluncuran dokumen rencana investasi atau comprehensive investment and policy plan (CIPP) JETP di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/11).
"Ya soal itu (kekhawatiran utang) namanya investasi pasti ada utangnya dan segala macam. Kami perlu menjaga ini (utang pendanaan JETP) agar jangan membuat (program) yang tidak produktif," ujar Rachmat.
Ia menegaskan pendanaan JETP akan difokuskan untuk proyek-proyek strategis seperti pembangunan jaringan listrik atau grid yang menghubungkan Jawa dan Sumatra, pemensiunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), proyek pengembangan energi terbarukan dan lainnya.
Baca juga : Transisi Energi Butuh Biaya Besar, Eksekusi Program JETP di ASEAN Jadi Solusi
"Tentunya pembangkit listrik ini kan penting. Kita kan sesuai dengan kebutuhan energi kita, kebutuhan industri kita. Kalau butuh pembangkit pasti butuh investasi dan biasanya ada utang," kata Rachmad.
Pendanaan JETP terdiri atas US$10 miliar berasal dari Internasional Partner Group (IPG) yang merupakan perkumpulan negara maju seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, dan Uni Eropa. Lalu, US$10 miliar sisanya dari pendanaan swasta yang dikoordinatori Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). Aliansi perbankan swasta itu terdiri atas Bank of America, Citi, Deutsche Bank, HSBC, Macquarie, MUFG, dan Standard Chartered.
Selain pinjaman komersial, pendanaan JETP juga berasal dari hibah, pinjaman konsesional, pinjaman dengan bentuk pendampingan teknis (technical assistance) dan lainnya. Tingkat bunga pinjaman pendanaan JETP tergantung dari setiap perbankan. Semakin besar pinjaman pendanaan JETP, maka bunga pinjaman akan semakin tinggi.
Baca juga : ASEAN Energy Business Forum 2023 Resmi Dibuka, Kolaborasi Dorong Kemajuan Energi
Dalam kesempatan yang sama, Menko Marves ad interim sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan pemerintah berupaya tidak terlilit utang dari proyek-proyek transisi energi.
Menurutnya, pemerintah akan berupaya meminimalisir pemborosan dalam mengerjakan proyek dari pendanaan JETP untuk menghindarkan praktik korupsi.
"Kan ada utang yang tidak produktif dan dikoruptif. Nah itu yang kita sikat (utang dikoruptif). Jadi, utang yang dikorupsi dan pemborosan itu yang kita sikat. Tapi kalau utang produktif itu biasa," ucapnya.
Baca juga : Indonesia Berupaya Perbesar Porsi Hibah dalam JETP
Erick menambahkan pendanaan dari JETP masih belum cukup untuk memenuhi komitmen Indonesia melakukan transisi energi. Dalam dokumen CIPP JETP tertulis estimasi pembiayaan yang dibutuhkan melalui sejumlah area fokus investasi (investment focus area/IFA) sebesar US$95,9 miliar atau sekitar Rp1.481 triliun pada periode 2023-2030.
Namun, sampai saat ini pendanaan US$20 miliar yang dijanjikan IPG tak kunjung dicairkan. Menteri BUMN itu mendorong IPG untuk serius merealisasikan pendanaan tersebut.
"Pendanaan yang dibutuhkan itu sekitar US$95 miliar, tapi sekarang baru US$20 miliar, jadi masih kurang. Kalau mereka serius mendorong Indonesia menjadi pertumbuhan ekonomi dunia, itu menjadi hal penting (pencairan dana JETP)," tegasnya. (Z-4)
Baca juga : Daerah Perlu Dilibatkan dalam Program Just Energy Transition Partnership
Prabowo resmi mulai hilirisasi Rp116 triliun dengan 13 proyek strategis. Targetnya jelas, hentikan ekspor mentah dan dorong ekonomi mandiri Indonesia.
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Di Mentawai, Sumatera Barat, keberhasilan transisi energi justru ditentukan oleh perlindungan hak atas tanah masyarakat serta keterlibatan aktif warga lokal dalam pengelolaan energi.
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
Upaya memperkuat budaya keberlanjutan terus digencarkan sektor energi melalui keterlibatan langsung sumber daya manusia sebagai agen perubahan.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Transisi energi itu tidak selalu berbanding lurus tentang teknis, tetapi juga sebagai isu politik, ekonomi, dan sosial.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan insentif motor listrik Rp5 juta per unit mulai tahun ini untuk percepat transisi energi bersih.
JP Morgan menempatkan ketahanan energi Indonesia peringkat 2 dunia. Menko Airlangga sebut ini hasil kebijakan jangka panjang dan ruang fiskal APBN 2026.
Indonesia resmi meluncurkan 1,3 Gw PLTS Atap sebagai tonggak transisi energi nasional menuju visi 100 Gw energi surya dan penciptaan 760 ribu lapangan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved