Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOMI syariah memainkan peranan penting bagi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Karenanya, pengembangan dan dorongan untuk meningkatkan geliat ekonomi syariah diperlukan Indonesia.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung saat membuka rangkaian acara Bulan Pembiayaan Syariah bertema Mendorong Peningkatan Pembiayaan Syariah melalui Inovasi Produk Keuangan Syariah untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, Jakarta, Senin (2/10).
Guna mengimplementasikan pengembangan ekonomi syariah, bank sentral menilai ada tiga fokus utama yang perlu diperkuat. Pertama, kata Juda, ialah inovasi yang berkaitan dengan kebijakan maupun instrumen pendanaan dan pembiayaan syariah.
Baca juga: Erick Thohir Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
"Dari sisi kebijakan yang menyentuh real sector based financing, BI mendorong inovasi kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) dan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM), baik untuk perbankan konvensional maupun syariah," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers.
Fokus kedua ialah digitalisasi. Saat ini, lanjut Juda, BI bersama Kemenag, KNEKS, BAZNAS dan BWI menginisiasi platform digital pengelolaan ZISWAF yang terintegrasi, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas untuk masyarakat, mampu meningkatkan pengumpulan ZISWAF, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan.
Baca juga: Masyarakat Ekonomi Syariah Banyak Prestasi, Wapres Puji Erick Thohir
Fokus ketiga yaitu sinergi pengembangan ekonomi syariah bersama otoritas, KNEKS, dan lintas stakeholder diantaranya melalui program Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).
Fokus-fokus tersebut dinilai dapat mendongkrak geliat ekonomi dan keuangan syariah nasional. Dus, diharapkan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah dalam mengakselerasi perekonomian nasional kian besar.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, Indonesia memiliki potensi sangat besar dalam pengembangan keuangan syariah.
Menurutnya, momentum penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus menjadi agenda bersama seluruh pihak dengan mengedepankan prinsip kolaborasi. "Hal ini merupakan kunci pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dan juga di kancah global," kata dia.
Frederica menambahkan, perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang konsisten, sehingga tren market share terhadap total industri perbankan nasional terus meningkat diatas kisaran 7%.
Namun demikian, minat nasabah terhadap pembiayaan produktif perbankan syariah termasuk literasi digital masih perlu ditingkatkan untuk mewujudkan transformasi digital inklusi keuangan syariah.
Frederica mengatakan, beberapa program strategis yang dilakukan OJK untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah diantaranya ialah penguatan infrastruktur literasi dan inklusi keuangan syariah; akselerasi dan kolaborasi program edukasi keuangan syariah; aliansi strategis literasi keuangan syariah dengan K/L; dan aliansi strategis literasi keuangan syariah dengan K/L.
Bulan Pembiayaan Syariah merupakan forum sinergi dan kolaborasi memperkuat pembiayaan syariah pada sisi supply dan demand, khususnya pada sektor ekonomi yang dapat mendorong daya ungkit perekonomian.
Penyelenggaraan forum tersebut dilakukan dalam skala nasional dengan melibatkan kementerian/lembaga, kantor perwakilan BI dalam negeri, pelaku usaha syariah baik UMKM maupun korporasi di seluruh Indonesia, lembaga keuangan syariah, asosiasi pelaku usaha, asosiasi lembaga keuangan, nazhir wakaf, serta stakeholders terkait lainnya.
Kegiatan tersebut turut mendorong pembiayaan sosial melalui Gerakan Berwakaf Indonesia. Rangkaian kegiatan itu diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya pembiayaan syariah di Indonesia. (Z-10)
Polresta Banda Aceh menangkap terduga pelaku penganiayaan balita di Daycare Baby Preneur. Kasus terungkap setelah rekaman CCTV viral di media sosial.
TIGA pendulang emas tradisional di aliran sungai kawasan Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, hanyut terbawa arus besar.
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah pertemuan rasa, pertemuan hati, dan pertemuan sejarah
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Program Amanah luncurkan Future Leaders Bootcamp di Aceh Besar untuk mencetak generasi unggul melalui kewirausahaan dan kepemimpinan berkarakter.
Saat menjadi narasumber pada seminar itu, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama ia memimpin.
Di tengah meningkatnya minat terhadap kewirausahaan berbasis etika dan transparansi, keberadaan PLBS juga mempertegas kepatuhan Herbalife terhadap prinsip syariah.
Arah pengembangan ekonomi syariah ke depan tidak boleh lagi hanya berfokus pada sektor keuangan, melainkan harus menyentuh kegiatan produksi dan distribusi di desa.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Sandiaga menekankan pentingnya program strategis yang mampu mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki)
Pemeringkatan ini mengevaluasi institusi berdasarkan tiga kriteria utama: Kedalaman Kurikulum (45%), Kredibilitas Institusi (35%), dan Dukungan Ekosistem (20%).
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved