Menteri Koperasi Ingin KDMP Memperkuat Ekonomi Syariah

Bayu Anggoro
11/4/2026 19:52
Menteri Koperasi Ingin KDMP Memperkuat Ekonomi Syariah
Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Barat(MI/BAYU ANGGORO)

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat sektor riil agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat di lapisan paling bawah.

Dia menegaskan bahwa arah pengembangan ekonomi syariah ke depan tidak boleh lagi hanya berfokus pada sektor keuangan, melainkan harus menyentuh kegiatan produksi dan distribusi di desa. Nantinya, ekonomi syariah harus lebih fokus ke sektor riil sehingga salah satu kuncinya adalah penguatan koperasi.

"Khususnya koperasi desa merah putih, yang perlu terus didorong menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa," kata Ferry saat menghadiri seminar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (11/4).

Ketua Harian MES Nasional itu menjelaskan, KDKMP memiliki infrastruktur yang sangat potensial untuk menjadi instrumen penguat ekonomi syariah.

Saat ini, tercatat sekitar 4.200 unit bangunan fisik KDKMP siap beroperasi, sementara 32.000 unit lainnya tengah dalam proses pembangunan.

Dia menilai, KDKMP bukan sekadar badan usaha lokal, melainkan pusat integrasi berbagai layanan mulai dari pembiayaan mikro, gerai ritel modern, hingga layanan kesehatan seperti klinik dan apotek. Seluruh lini usaha tersebut dapat disinergikan dengan prinsip-prinsip syariah.

"Koperasi desa merah putih harus menjadi bagian dari integrasi ekosistem ekonomi syariah. Di dalamnya ada usaha pembiayaan mikro dan gerai ritel yang bisa disinergikan bersama," katanya.

Ferry memaparkan terdapat tiga fungsi utama KDKMP yang akan memperkuat posisi ekonomi syariah di sektor riil, yakni sebagai penyalur kebutuhan pokok dan barang subsidi, menjadi penyerap produk hasil desa, serta menjadi kepanjangan tangan pemerintah pusat dalam menyalurkan berbagai program strategis.


MES Jawa Barat


Ia pun menantang MES Jawa Barat untuk terlibat aktif, terutama dalam mengisi gerai-gerai ritel KDKMP dengan produk halal unggulan dari masyarakat desa yang telah melalui proses kurasi dan inkubasi.

Perbankan syariah di Jawa Barat, lanjut dia, harus mulai merancang model pembiayaan mikro yang dapat diakses langsung oleh koperasi desa. Dukungan permodalan ini diharapkan mampu menghidupkan industri kecil dan menengah di pedesaan secara berkelanjutan.

"Kami berharap perbankan syariah membuat model pembiayaan mikro yang bisa digunakan koperasi desa. Dengan begitu, kegiatan ekonomi riil bisa tumbuh," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum MES Jawa Barat, Harry Maksum, mengamini pentingnya kolaborasi tersebut.

Ia juga menekankan bahwa ekosistem ekonomi syariah yang dibangun melalui KDKMP harus mulai memperhatikan isu lingkungan atau ekonomi hijau sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

"Jangan sampai kita tidak peduli dengan lingkungan, karena ini juga bagian dari ekosistem ekonomi syariah," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner