Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEKAN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan capaian ekonomi Indonesia patut disyukuri semua pihak. Menurutnya, pertumbuhan 5,72 persen adalah hal yang menggembirakan, mengingat kondisi ekonomi global tengah bergejolak.
"Kita patut bersyukur bahwa perekonomian Indonesia masih tumbuh sebesar 5,72 persen (yoy) di tengah kondisi ancaman resesi global," katanya di Jakarta, hari ini.
Selain itu, capaian tersebut terjadi saat Indonesia juga dihantui berbagai tantangan berat, baik dari kondisi global maupun dalam negeri. "Kinerja ekonomi kita cukup menggembirakan walaupun ada bayang-bayang resesi global, penurunan komoditas, ancaman inflasi, dan kenaikan suku bunga," tegasnya.
Meski demikian, Teguh menekankan pentingnya pengendalian harga komoditas pangan agar capaian impresif perekonomian juga bisa dirasakan masyarakat kecil. Selain itu, pemerintah juga perlu mencegah kelangkaan stok pangan di pasaran yang bisa memicu kenaikan harga.
"Agar kinerja ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kecil maka pemerintah harus terus waspada dan sungguh-sungguh mengendalikan inflasi atau harga di masyarakat terutama makanan, serta menjamin ketersedian barang di pasar," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia kini juga kian resilien dan mampu menorehkan capaian pertumbuhan ekonomi yang tercatat impresif hingga mencapai 5,72 persen pada Kuartal III 2022 secara year on year (YoY).
Baca juga: Neraca Dagang RI Surplus, tapi Cadangan Devisa Menyusut. Kok Bisa?
“Di tengah perekonomian dunia yang terkoneksi ke bawah, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan kinerja impresif selama tahun 2022 telah melebihi pertumbuhan sebelum pandemi atau 2019,” ujarnya.
Sementara itu, Ekonom INDEF M.Rizal Taufiqurrohman mengatakan, dengan kondisi perekonomian indonesia yang positif, Indonesia cukup percaya diri di tengah gelombang tsunami inflasi dunia.
“Apalagi dengan gelombang inflasi tsunami global, tidak sedikit negara yang sudah ampun. Banyak pemimpin negara yang sudah give up. Kita mesti percaya diri dan optimis dengan potensi dan faktual kita, pertama dari sumber daya alam, Indonesia itu adalah anugrah harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Rizal saat berbincang hari ini (9/11).
INDEF memproyeksikan pada kuartal 4 tidak bisa lebih tinggi lagi, berada di 5,3%, namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Yaitu, belanja modal dan barang yang produktif, penyesuaian secara moderat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), perlunya penguatan pasar domestik untuk berbagai produk yang memiliki daya saing di pasar global, dan juga penyaluran bansos dan perlinsos yang tepat sasaran.
Namun, menurut Rizal, Indonesia masih bisa merasakan windfall profit dari sejumlah komoditas yang tengah booming, syaratnya seluruh pengelolaan sumber daya alam yang melimpah, harus didorong ke industri hilir. “Mengapa industri hilir, karena akan menyelamatkan dalam memberikan kontribusi nilai tambah,” tambah Rizal.
Misalnya saja saat ini komoditas nikel tengah booming. Maka perlu didorong agar pengolahan nikel bisa dilakukan di dalam negeri sehingga end product yang diekspor.
“Indonesia memanfaatkan windfall profit, mencari sumber market lain yang menyerap devisa lebih baik lagi dengan komoditas yang semakin banyak, ya itu dengan pangan dan energi,” sebut Rizal. (RO/OL-4)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Ia mendorong pemerintah untuk melakukan aktivasi terhadap jutaan hektare lahan terlantar guna dijadikan basis produksi desa.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Harga bahan pokok di Pasar Gedhe Klaten menunjukkan tren penurunan dua pekan pasca-Lebaran 2026. Sementara itu, ketersediaan dan pasokan bahan pokok kebutuhan masyarakat aman dan lancar.
PEMERINTAH terus memperkuat pengendalian harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan mencukupi, khususnya menjelang Lebaran 2026.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved