Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pedagang di pasar mencatat kenaikan harga beras kemasan dan gula pasir dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut turut dikeluhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena berdampak pada meningkatnya biaya produksi.
Pedagang menyebut harga beras kemasan kini dijual lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Hal serupa juga terjadi pada gula pasir yang mengalami kenaikan di tingkat pasar. Kondisi ini membuat sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian atau lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pokok.
Salah seorang pedagang mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, harga dari distributor sudah naik sehingga pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual di lapak.
“Dari distributor sudah naik, jadi kami juga ikut menyesuaikan. Kalau tidak dinaikkan, kami yang rugi,” ujar seorang pedagang di Pasar Batu Aji, Arman, 34, Minggu (8/3).
Pedagang lainnya juga mengaku kenaikan harga membuat pembeli mulai menahan belanja. Beberapa pelanggan bahkan memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit dibanding biasanya.
“Sekarang banyak yang beli seperlunya saja. Biasanya ambil dua atau tiga kilo, sekarang satu kilo saja,” kata Narto, 30, pedagang lainnya.
Pedagang menyebut harga gula pasir kemasan 1 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kg kini naik menjadi sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg. Sementara beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Kenaikan harga bahan pokok ini juga dirasakan para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Mereka mengaku margin keuntungan semakin tertekan karena biaya bahan baku meningkat, sementara harga jual produk tidak bisa serta-merta dinaikkan.
“Kalau harga bahan baku naik terus, kami terpaksa menekan keuntungan atau mengurangi produksi. Kalau harga jual dinaikkan, takut pelanggan berkurang,” ujar salah satu pelaku UMKM.
Sementara itu, hingga kini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam belum terlihat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar terkait kenaikan harga tersebut.
Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Suhar, mengarahkan agar konfirmasi disampaikan kepada Kepala Bidang Perdagangan, Wahyu Daryatin. Namun hingga berita ini diturunkan, Wahyu Daryatin juga belum memberikan tanggapan terkait kenaikan harga beras kemasan dan gula pasir di pasaran.
Pedagang dan pelaku UMKM berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan di lapangan serta memastikan ketersediaan pasokan agar harga bahan pokok dapat kembali stabil. (H-2)
Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal tahun 2026 dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Ia mendorong pemerintah untuk melakukan aktivasi terhadap jutaan hektare lahan terlantar guna dijadikan basis produksi desa.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Harga bahan pokok di Pasar Gedhe Klaten menunjukkan tren penurunan dua pekan pasca-Lebaran 2026. Sementara itu, ketersediaan dan pasokan bahan pokok kebutuhan masyarakat aman dan lancar.
PEMERINTAH terus memperkuat pengendalian harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan mencukupi, khususnya menjelang Lebaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved