Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI model perbankan masa depan, bank digital perlahan mulai menyalip performa daripada bank-bank konvensional. Hal ini terlihat dari kapitalisasi pasar mereka di pasar modal, yang perlahan menyalip bank-bank besar.
Pada periode sepanjang tahun 2021 (year to date) hingga 24 September 2021, lima emiten bank kapitalisasi pasar terbesar dimiliki oleh Bank BCA (BBCA) Rp 803,7 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 571,5 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 276 triliun, Bank Jago (ARTO) Rp 218,8 triliun, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 94,2 triliun.
Namun di antara kelima bank tersebut, hanya bank digital ARTO yang menunjukkan kinerja saham sepanjang tahun 270,9%, sementara bank konvensional lain berkinerja antara -2,7% pada BBCA hingga -17,4% pada BBNI.
Padahal secara modal inti, perbankan konvensional memiliki kocek yang matang. Merujuk laporan keuangan kuartal II-2021, yaitu modal inti BBRI sebesar Rp 197 triliun, BMRI sebesar 189 triliun, BBCA sebesar Rp 187 triliun dan BBNI sebesar Rp 116 triliun. Sedangkan modal ARTO Rp 7,88 triliun pada Juni 2021.
SVP Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan yang dilihat di dalam suatu valuasi perusahaan adalah ekspektasi laba bersih dan pendapatan perusahaan 5 tahun yg akan datang.
Jadi investor melihat potensi pertumbuhan laba bersih dan pendapatan 5 tahun yang akan datang. Investor lebih menyukai perusahaan yang pertumbuhannya tinggi dibanding perusahaan yang hanya membagi dividend (alias sudah mature).
Sehingga ARTO atau bank digital lain dalam hal market kapitalisasi, korelasinya ke ekspektasi laba bersih dan pendapatan lima tahun yang akan datang. ARTO lebih condong kepada bank digital, yang merupakan masa depan dari operasional perbankan. Model bank ini lebih sedikit cabang, dengan pelayanan yang lebih otomatis.
Baca juga :Bank Dunia : Ekonomi Indonesia akan Tumbuh 3,7%
"Bank yang operasional sudah banyak digital, Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA) nya sangat tinggi, contoh BTPS (bank tabungan pensiun negara), lewat aplikasi Jenius, yang notabene besutannya Jerry Ng, yang sekarang menjalankan ARTO," kata Janson saat dihubungi, Selasa (28/9).
Sehingga dalam beberapa tahun ke depan, kinerja keuangam ARTO diekspektasikan tidak lagi merah, tetapi sudah membukukan pendapatan dan laba, ROE dan ROA tinggi seiring dengan persero yang banking operasionalnya semakin digital.
"Ini sudah kelihatan, di semester I-2021, rugi bersih ARTO menciut dan pendapatan tumbuh 400% (yoy). Akibatnya investor mereward performa growth tinggi tersebut dengan market kapitalisasi yang sangat besar, hampir 1,5% bobot terhadap IHSG," kata Janson.
Artinya kalau bank-bank konvensional yang modal intinya besar, tapi tidak segera mengejar pergorma digitalisasi seperti bank digital, market cap dan labanya nanti akan tersalip oleh model bank-bank digital masa depan ini.
"Mau tidak mau bank-bank yang modal inti ini harus migrasi bank digital sebagai cost efisiensi. Seperti saya katakan, masa depan bank adalah digitalisasi dan otomatisasi," kata Janson.
Kinerja saham bank digital lainnya, yang duduk di pasar modal juga menunjukkan performa yang melejit, seperti Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) yang sahamnya tumbuh 148,3% dengan kapitalisasi pasar Rp 55,2 triliun, Allo Bank Indonesia (BBHI) sahamnya tumbuh 845,8% dengan kapitalisasi Rp 46,4 triliun, dan Bank Aladin Syariah (BANK) yang sahamnya tumbuh 2.900% dengan kapitalisasi pasar Rp 40,5 triliun. (OL-2)
PADA kuartal pertama 2026, pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan kualitas portofolio mengantarkan PT Bank BTPN Syariah Tbk menorehkan kinerja positif.
RUPST SMBC Indonesia menyetujui pembagian dividen tunai 20% dari laba bersih 2025 dan mengangkat Emilya Tjahjadi sebagai Direktur baru.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
DI atas kertas, Indonesia hari ini terlihat kuat. Kita memiliki bantalan fiskal Rp420 triliun, nilai yang tidak hanya besar, tetapi juga menenangkan. Sebanyak Rp120 triliun di Bank Indonesia
Lupa password akun penting? Simak 7 cara praktis mengakses sandi yang tersimpan di HP Android, iPhone, hingga Laptop Windows dan Mac secara aman.
Sidang perkara kredit PT Sritex yang melibatkan mantan pejabat Bank DKI, Babay Farid Wajdi, membahas risiko perbankan dan prosedur mitigasi kredit bermasalah.
Permintaan WiFi terbaik di Indonesia meningkat. Pengguna kini lebih mengutamakan stabilitas dan latensi rendah daripada sekadar angka Mbps yang tinggi.
Melalui pendekatan digital at heart with human touch, pihaknya menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap langkah transformasi yang dijalankan perusahaan.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Dari kegagalan itulah, Alvin justru menemukan arah lain yang kemudian mengubah hidupnya, yakni dunia digital, blog, dan optimasi mesin pencari.
Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI) mendesak Wikipedia mematuhi aturan PSE Lingkup Privat guna menjamin kedaulatan digital dan keamanan data.
VIDA dan Gita Wirjawan soroti bahaya deepfake dan jaringan scam internasional yang makin canggih. Simak data penyitaan aset dan langkah preventifnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved