Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA meningkatkan permintaan produk Indonesia, pemerintah siap menggulirkan stimulus modal bagi usaha mikro, kecil dan menengah melalui program DigiKU senilai Rp16 triliun.
Bukan tanpa sebab rencana bantuan itu. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut, ada penurunan permintaan terhadap produk artisan Indonesia selama masa pandemi covid-19. Pada 2020 misalnya, 88% UMKM mengalami penurunan permintaan terhadap produknya hingga 60%, data dari Universitas Indonesia dan UNDP.
“Menyangkut seperti program stimulus, menurut saya programnya akan bagus sekali, karena jumlah yang masuk sekarang juga meningkat untuk UMKM,” seru Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan saat rapat koordinasi pada Selasa (31/8).
Pada pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R. M. Manuhutu menjelaskan, bantuan akan disalurkan melalui DigiKu, program penyaluran kredit untuk UMKM yang disediakan pemerintah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Baca juga : Selama Pelonggaran, Pengunjung Mal Tembus 500 Ribu Orang/hari
“DigiKU rencananya dalam waktu dekat akan diluncurkan kembali dengan target penyaluran kredit sebesar Rp16 triliun,” ucapnya.
Selanjutnya, pemerintah juga memasifkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang akan dilanjutkan secara berkesinambungan, dari September hingga November 2021 yang dilakukan di beberapa wilayah. Seperti di Aceh, Kalimantan Timur dan Maluku.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan Stimulus BBI, yang merupakan program dukungan yang diberikan melalui pemberian insentif untuk belanja.
Penerima stimulus BBI nantinya merchant atau pelaku UMKM yang ada di e-commerce dan tergabung dalam program, serta secara tidak langsung adalah pembeli/konsumen akhir yang berbelanja.
Stimulus BBI bakal diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif subsektor fesyen, kuliner, dan kriya dengan total anggaran senilai Rp200 miliar rupiah.
“Program Stimulus BBI akan segera dilaksanakan untuk mendukung pemulihan ekonomi di kuartal III dan IV (2021),” beber Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam pertemuan yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan dukungannya dalam pelaksanaan Gernas BBI dengan melakukan perluasan akses pembiayaan dan pengembanyak skema pembiayaan UMKM dari hulu ke hilir.
“OJK juga memfasilitasi digitalisasi UMKM serta membangun kampus UMKM sebagai pembinaan dan pendampingan bagi UMKM,” terang Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (OL-7)
Pada Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontrak dagang dan 1 nota kesepahaman (MoU) dengan buyer internasional.
Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi berbagai tantangan baru.
Program ini juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari administrasi bank sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga keterampilan daur ulang sampah.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Kesenjangan pendanaan UMKM di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp2.400 triliun. Amartha hadirkan solusi pembiayaan inklusif untuk tingkatkan pendapatan pelaku usaha.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
OJK menyampaikan kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh sebesar 9,37% menjadi sebesar Rp8.559 triliun secara year-on-year.
Kinerja Bank Mandiri dinilai tetap positif pada awal 2026, ditopang strategi ekspansi kredit yang agresif di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi kehati-hatian.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved