Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMENJAK awal 2020, ada banyak tren yang bermunculan ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia. Mulai dari bisnis ikan cupang, memelihara tanaman, bersepeda, dan yang masih menjadi tren saat ini adalah trading saham.
Namun, ada fenomena yang menarik tentang tren trading saham. Yaitu generasi milenial yang menggunakan utang untuk investasi.
Kasus yang terjadi justru ada orang yang meminjam dari aplikasi pinjaman uang online untuk kebutuhan trading saham. Tindakan tersebut jelas sangat berisiko tinggi karena ada tanggung jawab yang harus dipenuhi ketika investasi saham belum cuan.
Berkaca dari fenomena ini, memang wajib hukumnya untuk mendalami inklusi keuangan demi kebaikan kita di masa depan. Sebab, sepertinya ada pemahaman yang kurang tepat tentang investasi dan penggunaan utang untuk investasi. Ditambah lagi di masa pandemi seperti sekarang, sangat disarankan untuk mempunyai dana darurat.
Memang, investasi itu juga penting. Namun jika pertanyaannya, “mana yang diprioritaskan antara investasi atau dana darurat?” Yuk, kita simak saja penjelasan berikut ini secara singkat dan lugas.
Bedakan dana darurat dan investasi
Pertama, dana darurat adalah dana yang akan digunakan saat Anda dalam kondisi terdesak. Dana darurat itu ibarat ban serep yang harus selalu ada di dalam bagasi kendaraan dan dapat digunakan sewaktu-waktu ketika ada ban lain yang bocor atau rusak sehingga tidak bisa berfungsi secara normal.
Supaya kendaraan itu tetap bisa jalan sampai bisa menemukan bengkel atau tempat tambal ban, maka ban serep punya peran penting demi menyelamatkan kendaraan agar bisa tetap sampai tujuan.
Begitu juga dengan fungsi dana darurat dalam kehidupan. Ketika kita tidak memiliki pendapatan sama sekali atau terjadi hal yang tidak diinginkan yang mengakibatkan hilangnya pendapatan, dana darurat akan menyelamatkan Anda untuk tetap bertahan hidup sampai Anda mendapatkan pendapatan seperti semula.
Berbeda dengan investasi yang merupakan tabungan untuk kebutuhan jangka panjang atau punya tujuan untuk melipatgandakan uang yang sudah dimiliki. Contoh sederhana, jika sudah punya rencana sekolah tinggi, maka Anda perlu menabung.
Dengan cara menabung seperti biasa, mungkin jumlahnya tidak sebesar jika diinvestasikan. Dengan investasi, tabungan studi tersebut bisa berkembang berkali lipat sehingga diharapkan bisa melampaui target sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan.
Mengapa penuhi dana darurat terlebih dahulu
Sebelum memiliki keinginan untuk melipatgandakan uang yang dimiliki, maka Anda harus siap dengan kondisi yang tidak bisa diprediksi di kemudian hari. Yaitu dengan memiliki dana darurat atau mengutamakan ban serep terlebih dahulu. Karena itu yang akan menjadi penyelamat di saat darurat atau ibaratnya saat salah satu ban yang utama bocor.
Sedangkan investasi bisa dilakukan ketika Anda memang punya uang lebih dan sudah memenuhi batas aman dana darurat yang dibutuhkan. Dana darurat yang dibutuhkan paling tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok bulanan dengan rentang waktu 6-12 bulan ke depan.
Jangan berutang untuk investasi
Jika Anda ingin berinvestasi, cara pandang yang salah adalah dengan menggunakan utang untuk investasi. Patut diingat bahwa investasi itu memiliki risiko, apalagi jika yang digunakan syarat dengan risiko yang besar.
Hukum ekonomi mengajarkan bahwa semakin tinggi keuntungan yang didapatkan maka semakin tinggi pula risiko yang akan dihadapi. Artinya ketika kita berinvestasi maka kita harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi termasuk kemungkinan paling pahit adalah bangkrut atau boncos.
Utang sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan produktif saja, seperti membeli laptop baru untuk menunjang pekerjaan, kebutuhan sehari-hari atau untuk keadaan darurat seperti membeli obat jika Anda atau keluarga Anda ada yang sakit atau biaya perawatan di rumah sakit.
Memilih lembaga keuangan untuk dijadikan andalan disaat darurat juga harus Anda perhatikan. Apalagi jika Anda berencana ingin mendapatkan pinjaman dari aplikasi pinjaman uang online, lebih baik pilih yang sudah tepercaya dan diawasi oleh OJK, contohnya Kredivo. Dengan bunga rendah, hanya 2,6% per bulan Anda bisa mendapatkan limit hingga Rp30 juta yang bisa Anda gunakan saat keadaan darurat dan bunganya tidak memberatkan.
Syarat pendaftaran juga cukup mudah, punya penghasilan tetap minimal Rp3 juta per bulan, berusia antara 18-60 tahun dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, dan Kediri. (RO/OL-10)
Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada 97 platform pinjaman daring (pindar) memicu perdebatan.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan putusan terhadap 97 perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online dalam perkara dugaan pelanggaran persaingan usaha.
OJK mencatat utang pinjol masyarakat Indonesia mencapai Rp100,69 triliun pada Februari 2026. Simak data lengkap TWP90, pembiayaan gadai, hingga dampak konflik global.
KPPU memutuskan 97 pelaku usaha layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi ata fintech P2P lending atau biasa dikenal dengan pinjaman online atau pinjol.
Pendanaan produktif pindar mendorong kenaikan rata-rata omzet bulanan UMKM hingga 121% serta meningkatkan keuntungan bersih sekitar 155%.
Strategi pemulihan harus berfokus pada stabilisasi arus keuangan, bukan sekadar menunda kewajiban.
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
OJK menyampaikan kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh sebesar 9,37% menjadi sebesar Rp8.559 triliun secara year-on-year.
Kinerja Bank Mandiri dinilai tetap positif pada awal 2026, ditopang strategi ekspansi kredit yang agresif di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi kehati-hatian.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved