Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia berpeluang untuk terus tumbuh di tengah resesi global dengan memanfaatkan pasar domestik yang sangat potensial. Pemerintah dinilai harus benar-benar serius untuk mengembangkan potensi pasar domestik dan memanfaatkan potensinya.
Hal itu ditegaskan Direktur Riset CORE Piter Abdullah menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan di tengah resesi global, produksi industri besar dan sedang Indonesia justru melonjak. Selain itu, menurut BPS, sepanjang 2019 Indonesia sudah mengantongi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp217 Triliun.
"Narasi ini harus terus digemakan bahwa Indonesia bisa tumbuh dengan lebih besar lewat memanfaatkan pasar domestik kita," tukasnya kepada Media Indonesia, kemarin.
Untuk itu, sambungnya, Indonesia perlu benar-benar serius dalam mengembangkan potensi pasar tersebut melalui investasi pemerintah dan investasi swasta. Menurut Piter, selama ini arah kebijakan yang diambil pemerintah sudah tepat, misalnya memberikan insentif fiskal dan potongan pajak. Namun, langkah itu juga perlu diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang sifatnya ekspansif untuk menekan defisit neraca perdagangan (current account deficit/CAD).
Hal yang senada diutarakan ekonom Enny Sri Hartati. Dia mengatakan ekonomi Indonesia bisa tetap tumbuh disebabkan potensi pasar yang besar. Enny pun menyarankan agar pemerintah Indonesia melakukan antisipasi guna memanfaatkan potensi tersebut.
"Pemerintah perlu menghilangkan berbagai kendala yang sifatnya fundamental seperti prosedur perizinan, kesiapan lahan, hingga kesiapan tenaga kerja," ujarnya.
Ketiga hal tersebut, menurut Enny masih menjadi kendala bagi investor yang harus segera diputuskan rantainya. Enny mengingatkan bagaimana investasi seharusnya bisa memberikan nilai tambah.
Dia mengatakan meski pun memiliki pasar yang besar namun tanpa nilai tambah dan keterlibatan dalam investasi pasar tersebut hanya berperan sebagai penonton. "Pasar besar tersebut tanpa investasi dan nilai tambah hanya berperan sebagai penonton. Tapi kalau investasi melibatkan tenaga kerja dalam negeri sehingga pekerja tadi mendapatkan penghasilan selanjutnya berimplikasi pada tumbuhnya daya beli masyarakat,"papar Enny. (Hld/E-3)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Inkoppas menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved