Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Mungkin Anda pernah mendengar orang berkata bahwa kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bereaksi terhadapnya. Ini mungkin terdengar klise, tetapi temuan baru dari Irlandia menunjukkan bahwa perspektif adalah hal penting ketika hidup membuat kita menghadapi tantangan yang tak terduga dan penuh tekanan.
Para peneliti mengatakan, rasa syukur menawarkan efek penahan stres yang unik ketika berkaitan dengan reaksi dan pemulihan dari stres psikologis akut. Penulis studi menambahkan bahwa mengadopsi pandangan yang lebih bersyukur bahkan dapat meningkatkan kesehatan jantung.
Meskipun stres adalah aspek kehidupan yang tidak dapat dihindari, penelitian terus menunjukkan bahwa terlalu banyak stres dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan. Lebih khusus lagi, stres berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan morbiditas kardiovaskular, dan risiko penyakit jantung koroner.
Dengan mengingat semua itu, penulis studi dari Universitas Maynooth dan Limerick berangkat untuk lebih memahami bagaimana reaksi terhadap peristiwa stres berdampak pada kesehatan kita di masa depan, serta jika ada faktor yang dapat memainkan peran kunci penyangga stres.
Melansir dari studyfinds.org, Jumat (27/1), tim peneliti mengatakan penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa rasa terima kasih dan keseimbangan emosi positif dan negatif memainkan peran kunci penahan stres. Walakin, sampai sekarang hanya ada sedikit penelitian yang meneliti dampak dari variabel-variabel ini pada pemulihan kardiovaskular dari tekanan psikologis akut. Sehingga studi ini lebih berfokus pada hal ini.
Menurunkan tekanan darah
Penelitian ini berlangsung di Universitas Maynooth, Irlandia dan mencakup total 68 mahasiswa sarjana (24 pria, 44 wanita) berusia antara 18 dan 57 tahun. Eksperimen tersebut menampilkan tugas laboratorium yang menyebabkan stres di antara para peserta, sementara para peneliti mengukur reaktisi kardiovaskular dan pemulihan sebagai respons terhadap stres.
Hasil selanjutnya mengungkapkan bahwa keadaan bersyukur memprediksi respons tekanan darah sistolik yang lebih rendah selama periode pengujian stres. Ini berarti, kata penulis studi, bahwa rasa syukur menawarkan efek penyangga stres yang unik pada reaksi dan pemulihan dari stres psikologis akut. Tim juga menemukan bahwa pengaruh-keseimbangan memperkuat efek dari perasaan syukur.
Ada banyak intervensi syukur yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan. Misalnya, satu studi sebelumnya menemukan pasien jantung yang rutin menulis jurnal rasa syukur memiliki hasil kardiovaskular yang lebih baik daripada mereka yang tidak. (M-2)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved