Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tindik telinga baru biasanya membutuhkan waktu antara 4 hingga 6 minggu untuk sembuh. Selama waktu ini, Anda harus merawat tindikan untuk menghindari infeksi. Ini berarti membersihkan tindikan dua kali sehari dengan alkohol atau krim antibiotik. Anda tidak boleh melepas anting-anting selama waktu ini dan hanya menyentuh telinga Anda dengan tangan yang bersih.
Selain menjaga kebersihan telinga dengan alkohol, Anda juga harus membersihkan daun telinga setidaknya sekali sehari dengan sabun dan air. Ini juga membantu menangkal infeksi. Paling umum, tindik telinga yang terinfeksi disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam luka yang dapat terjadi dalam beberapa cara.
Selama minggu-minggu pertama, tindikan Anda mungkin terlihat sedikit merah atau mengeluarkan cairan berkerak saat sembuh. Gejala tindik telinga yang terinfeksi biasanya meliputi kemerahan atau bengkak di tempat penindikan atau kemerahan yang terus meluas setelah penindikan, panas terasa di area sekitar tindik, nanah kental yang bisa berwarna kuning atau hijau, sakit atau gatal, demam atau merasa tidak enak badan, dan gejala menyertai lainnya.
Untuk mengobatinya, sebagian besar infeksi tindik telinga tidak serius dan dapat dirawat di rumah. Melansir dari webmd.com, langkah-langkah ini bisa mengatasi tindik telinga yang terinfeksi.
1. Cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat. Setelah tangan Anda bersih, campurkan satu cangkir air dengan setengah sendok teh garam.
2. Gunakan bola kapas atau bantalan untuk mengoleskan larutan air asin langsung ke tempat tindik. Setelah bersih, keringkan dengan bola kapas bersih atau kain kasa.
3. Setelah area penindikan kering, Anda harus mengoleskan salep atau krim antibakteri. Pastikan untuk membaca petunjuk pada tabung atau botol sebelum menggunakannya.
4. Ulangi langkah-langkah ini setidaknya tiga kali setiap hari atau sampai tanda-tanda infeksi hilang.
5. Putar anting-anting dengan lembut beberapa kali sehari agar kulit Anda tidak menempel pada perhiasan.
Dalam kebanyakan kasus, infeksi tindik telinga ringan hilang dalam waktu 2 minggu dengan perawatan di rumah yang tepat.
Lalu, kapan harus ke dokter? Dalam beberapa kasus, perawatan di rumah mungkin tidak cukup. Jika anting-anting Anda atau bagian belakangnya tersangkut di dalam daun telinga Anda, Anda harus segera menemui dokter.
Anda mungkin juga bisa menemui dokter jika kemerahan dan pembengkakan terus menyebar atau jika bagian atas telinga Anda berwarna merah. Tanpa perawatan yang tepat, infeksi tindik telinga dapat menyebar ke seluruh tubuh, yang disebut infeksi sistemik. Infeksi juga bisa bertambah parah atau membentuk abses. Abses adalah area kulit yang bengkak dan berisi nanah. (M-2)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Merujuk pada data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2020–2024, terjadi peningkatan tren kasus pneumonia, diare, tuberkulosis, dan HIV pada anak-anak Indonesia.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved