Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH ruangan rumah memang harus dibersihkan secara berkala agar tidak ada pertumbuhan bakteri, jamur, dan kuman. Jika rumah tidak dibersihkan secara rutin, dapat menyebabkan penyakit serius seperti diare, keracunan, iritasi, alergi saluran pernapasan, hingga penyakit lainnya..Namun, terkadang ada beberapa bagian ruangan atau benda yang sering terlupa untuk dibersihkan.
Berikut tujuh tempat di antaranya seperti dilansir dari thespruce.com, situs inspirasi rumah.
1. Bagian Bawah Perabotan dan Dinding
Saat Anda melihat di bawah tempat tidur atau sofa biasanya ada banyak debu yang dibiarkan. Debu dan kotoran dapat menempel pada permukaan vertikal maupun horizontal. Buka gorden dan nyalakan semua lampu agar Anda dapat melihat debu yang menempel di area rumah. Jika di rumah memiliki wallpaper bertekstur, akan lebih banyak debu terlihat di sana.
Mulailah dari bagian atas dinding dan turunkan menggunakan kain lap yang menjebak partikel. Di ruangan seperti dapur dan kamar mandi yang memiliki kelembapan lebih, Anda mungkin perlu menyeka alas tiang dengan kain lembab karena kelembapan telah mengubah debu menjadi tanah yang menempel di permukaan.
2. Bagian Atas Lemari, Pintu, dan Bingkai Foto
Saat Anda membersihkan, luangkan waktu untuk melihat ke atas. Anda mungkin melihat lebih banyak kotoran. Kita cenderung mengabaikan apa yang berada di luar jangkauan pandangan kita. Bersihkan secara rutin bagian atas kusen pintu, dapur dan bagian atas lemari, bingkai foto, dan sudut langit-langit.
3. Ventilasi
Ventilasi ruangan juga kerap jarang dibersihkan. Luangkan waktu untuk membersihkan lubang ventilasi juga. Anda akan bernapas lebih mudah dan akan mengurangi jumlah debu ke depannya saat pertukaran udara baik dan lancar di dalam ruangan.
4. Lantai Lemari
Lantai lemari terutama jika berkarpet bisa berdebu dan kotor. Karpet bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan lumut serta serangga. Setidaknya secara musiman, tarik semuanya dari lemari dan bersihkan ruangan secara menyeluruh. Ini juga waktu yang tepat untuk membuang atau menyumbangkan pakaian yang tidak benar-benar dibutuhkan dan menyimpan sisanya dengan benar.
5. Penyedot Debu dan Alat Pembersih
Penyedot debu harus dibersihkan setiap kali digunakan dengan baik. Periksa batang putar dan sikat, lalu singkirkan benang atau rambut yang kusut. Semua kepala pel dan sikat gosok harus dibersihkan dengan air panas dan pembersih disinfektan setelah setiap kali digunakan.
6. Tanaman dalam Ruangan
Baik tanaman hidup dan tanaman tak hidup di dalam ruangan dapat berdebu. Sebab itu, penting untuk membersihkan setiap helai daun dari tanaman tersebut. Gunakan kain mikrofiber atau kemoceng sekali pakai untuk menyeka setiap daun. Tanaman sutra juga bisa dibersihkan dengan kain atau dengan membawanya keluar dan menggunakan pengering rambut yang disetel dingin untuk menghilangkan debu.
Yuk, mumpung WFH dan banyak waktu luang, ayo bersih-bersih rumah ! (M-4)
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
IDAI peringatkan dampak El Nino Godzilla 2026 pada kesehatan anak. Simak tips menjaga daya tahan tubuh dan nutrisi anak saat cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Kendari mengusulkan perbaikan sebanyak 1.200 unit rumah tidak layak huni.
Memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik berlangsung tenang dan nyaman.
FENOMENA Generasi Z atau Gen Z lebih memilih menyewa rumah daripada membeli rumah atau properti. Merepons hal itu Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengatakan hal serupa terjadi di banyak negara
Selain berdampak pada aspek sosial, sektor perumahan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved