Akibat Polusi Udara, Penderita Asma Anak Meningkat

Thalatie K Yani
13/4/2019 17:50
Akibat Polusi Udara, Penderita Asma Anak Meningkat
Polusi udara meningkatkan asma pada anak.(AFP)

Sekitar 4 juta anak di seluruh dunia menderita asma setiap tahun, karena menghirup polusi udara nitrogen dioksida dari kendaraan bermotor, menurut penelitian  Sekolah Kesehatan Masyarakat Institut George Washington University (Milken Institute SPH). Studi tersebut, berdasarkan data dari 2010 hingga 2015, memperkirakan 64% dari kasus asma baru ini terjadi di daerah perkotaan.

Studi ini menjadi yang pertama menghitung beban kasus asma pada anak di seluruh dunia terkait dengan nitrogen dioksida dan lalu lintas, menggunakan metode perhitungan paparan tinggi terhadap polutan ini sebagaimana diungkapkan penulis senior peneliti Susan C Anenberg yang juga profesor kesehatan lingkungan dan pekerjaan di Milken Institute SPH.

"Penemuan kami mengungkapkan jutaan kasus asma pada anak dapat dicegah di kota seluruh dunia dengan mengurangi polusi udara," ujar anenberg.

"Meningkatkan akses transportasi ramah lingkungan, seperti transportasi publik ramah lingkungan dan bersepeda atau berjalan. Tidak hanya menurunkan tingkat NO2, tapi mengurangi asma, meningkatkan kesehatan fisik, dan mengurangi emisi rumah hijau," paparnya.

Para peneliti mengaitkan konsentrasi NO2, populasi anak, dan peningkatan asma dengan bukti epidemiologis terkait polusi NO2 yang berasal dari lalu lintas dengan perkembangan asma pada anak-anak. Mereka kemudian dapat memperkirakan jumlah kasus asma pada anak disebabkan polusi NO2 di 194 negara dan 125 kota besar di seluruh dunia.

Dalam penelitian itu mengungkapkan 13% kejadian asma pada anak setiap tahun akibat No2. Di antara 125 kota di dunia, 6% penyumbang NO2 berasal dari Orlu, Nigeria. Hingga 48% polusi udara dunia disumbangkan Shanghai, Tiongkok. Sedangkan kontribusi NO2 melebihi 20% di 92 kota yang terletak di negara maju dan berkembang.

Sebanyak 10 kota sebagai penyumbang NO2 tertinggi di dunia. Delapan kota di Tiongkok menjadi penyumbang NO2 tertinggi di dunia (37%-48% dari insiden asma pada anak). Dua kota lainnya ialah Moskow, Rusia dan Seoul, Korea Selatan sebesar 40%. Masalah asma pada anak akibat polusi juga dialami lima kota di Amerika, yakni Los Angeles, New York, Chicago, Las Vegas, dan Milwaukee.

Secara nasional, beban terbesar yang terkait dengan polusi udara ditemukan di Tiongkok pada 760.000 kasus asma per tahun. Diikuti India pada 350.000 dan Amerika Serikat pada 240.000.

Asma merupakan penyakit kronis yang membuat sulit bernafas akibat saluran udara paru meradang. Diperkirakan 235juta orang di dunia mengidap asma, yang bisa mengancam jiwa.

WHO mengungkapkan polusi sebagai 'risiko lingkungan utama bagi kesehatan'. Mereka juga menetapkan Pedoman Kualitas Udara untuk NO2 dan polusi lainnya. Para peneliti mengestimasi anak-anak yang tinggal di negara yang berada di bawah pedoman WHO yaitu 21 bagian perjuta untuk rata-rata NO2 per tahun. Merekajuga menemukan 92% kasus asma anak terbaru disebabkan NO2 terjadi di daerah-daerah yang sudah  memenuhi pedoman WHO.

"Temuan itu menunjukkan pedoman WHO untuk NO2 perlu dievaluasi kembali untuk memastikan itu cukup melindungi kesehatan anak-anak," kata Pattanun Achakulwisut, PhD, penulis utama makalah tersebut dan ilmuwan postdoctoral di Milken Institute SPH. (sciencedaily/M-3)

Baca juga : Kecanduan Gawai Bisa Picu Neuropati



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya