Teknologi AI Mulai Bantu Atasi Masalah Jaringan Listrik

M Ilham Ramadhan Avisena
07/4/2026 18:32
Teknologi AI Mulai Bantu Atasi Masalah Jaringan Listrik
Tekanan pada jaringan listrik global meningkat akibat infrastruktur menua. Teknologi berbasis AI mulai digunakan.(Freepik)

TEKANAN terhadap sistem kelistrikan global dinilai semakin besar seiring naiknya permintaan energi, menua-nya infrastruktur, serta kendala pasokan peralatan. Di tengah kondisi tersebut, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai didorong untuk membantu operator menjaga keandalan sistem.

Salah satu perusahaan di sektor energi, Hitachi Energy, pada Selasa (7/4) memperkenalkan HMAX Energy, paket solusi digital berbasis AI yang ditujukan untuk memantau kondisi aset kelistrikan dan mendukung pemeliharaan prediktif.

Peluncuran ini mencerminkan pergeseran pendekatan di industri energi. Jika sebelumnya fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur baru, kini pelaku industri mulai memberi perhatian lebih besar pada optimalisasi aset lama yang masih beroperasi, meski telah melewati masa desain awal.

Teknologi tersebut bekerja dengan mengolah data operasional untuk mendeteksi pola kerusakan, memprediksi potensi gangguan, serta memberi rekomendasi tindakan pencegahan. Penerapannya disebut mencakup berbagai peralatan, mulai dari transformator dan switchgear hingga gardu induk dan jaringan HVDC.

Perusahaan mengklaim pendekatan itu dapat menekan kerugian akibat kerusakan peralatan hingga 60% dalam sejumlah studi kasus. Selain itu, kegagalan transformator dan biaya perbaikan juga dilaporkan menurun. Namun, hasil tersebut disebut bergantung pada kondisi implementasi di lapangan.

Managing Director BU Service Hitachi Energy Wolf Mueller mengatakan jaringan listrik tua kini menghadapi tekanan yang semakin besar di tengah kenaikan permintaan energi, meningkatnya kompleksitas sistem, kendala rantai pasok, dan keterbatasan tenaga kerja.

Menurut dia, kondisi itu mendorong operator beralih ke pendekatan yang lebih prediktif guna mengantisipasi gangguan lebih dini dan menjaga pasokan listrik tetap andal.

Dalam penerapan awal, teknologi serupa digunakan di jaringan kabel bawah laut Baltic Cable melalui sistem kembaran digital untuk memantau kondisi aset secara real time dan mempercepat respons terhadap gangguan.

Sementara itu, perusahaan energi terbarukan ERG memanfaatkan pemantauan digital untuk membaca performa peralatan langsung dari lapangan. Pendekatan ini disebut membantu mengurangi kebutuhan inspeksi manual dan mempercepat pengambilan keputusan.

Penggunaan AI dan sistem pemantauan digital di sektor ketenagalistrikan dinilai menjadi bagian dari upaya industri menjaga pasokan listrik di tengah tekanan terhadap infrastruktur yang terus meningkat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya