Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, melakukan langkah proaktif dengan mempercepat perbaikan infrastruktur drainase dan jalan di seluruh wilayah kota. Langkah ini diambil guna meminimalisasi risiko banjir yang kerap memicu kerusakan lapisan aspal maupun beton pada jalan permukiman dan jalan raya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Rizwan Nurahim, menyatakan bahwa percepatan ini merupakan respons cepat pemerintah dalam menjaga kualitas infrastruktur publik. "Kita melakukan langkah perbaikan drainase dengan gerak cepat dalam upaya mengatasi banjir dan kerusakan jalan yang lebih parah," kata Rizwan Nurahim, Senin (13/4).
Menghadapi intensitas hujan yang masih tinggi, Dinas PUPR menargetkan perbaikan pada 454 titik drainase dan 1.000 titik ruas jalan. Rizwan menegaskan bahwa fokus utama adalah mengembalikan fungsi infrastruktur agar mobilitas warga tidak terganggu.
"Kami membangun 454 titik drainase dan 1.000 titik ruas jalan, untuk menjaga fungsi infrastruktur, mencegah banjir, serta memastikan mobilitas warga tetap berjalan lancar," imbuhnya.
Pembenahan sistem drainase permanen ini difokuskan pada ruas jalan kota, provinsi, hingga jalan protokol. Momentum pengerjaan dikebut terutama pasca-Idul Fitri 1447 H guna menekan dampak kerusakan jalan akibat genangan air.
Alokasi Anggaran Rp170 Miliar
Untuk mendukung proyek masif ini, Pemkot Depok telah menyiapkan anggaran yang signifikan. Tercatat, sekitar Rp70 miliar dialokasikan untuk normalisasi drainase dan Rp100 miliar untuk perbaikan ruas jalan.
Rizwan menjelaskan bahwa buruknya sistem drainase selama ini menjadi faktor utama kerusakan jalan. Air yang meluap akibat saluran yang tidak mampu menampung debit hujan atau tersumbat sampah menjadi pemicu utama rapuhnya lapisan jalan.
"Banjir di pemukiman dan jalan raya sering terjadi akibat sistem drainase yang buruk, tidak mampu menampung volume air hujan, atau tersumbat sampah. Air meluap karena kapasitas saluran yang kurang, menyebabkan banjir di jalan dan merendam rumah warga," ungkapnya.
Guna memastikan proyek berjalan tepat waktu, Dinas PUPR melakukan percepatan pada proses lelang dan pengerjaan fisik di lapangan. "Penanganan tersebut, melibatkan percepatan lelang dan pengerjaan fisik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk memastikan aliran air lancar serta melindungi infrastruktur jalan dari kerusakan lebih lanjut," jelas Rizwan.
Kendala Sampah
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, menyoroti permasalahan sampah sebagai penghambat utama efektivitas saluran air.
"Penyebab utama banjir di Kota Depok akibat penumpukan sampah yang menyumbat saluran air, selokan, dan sungai, terutama setelah hujan deras, menyebabkan air meluap," tutur Bahtiar.
Pemkot Depok kembali mengimbau kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air, sungai, maupun drainase. Hal ini krusial untuk mencegah penyumbatan yang merusak ekosistem sekaligus menjaga keawetan infrastruktur jalan yang tengah diperbaiki. (KG/P-2)
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menyiapkan 49 sekolah graris untuk menampung lulusan Sekolah Dasar (SD) yang tidak diterima dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Pemkot Depok, Jawa Barat, mengikuti kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok setiap hari Jumat.
Pemkot Depok diminta menyesuaikan kebijakan WFH ASN agar selaras dengan aturan pemerintah pusat yang menetapkan WFH setiap Jumat.
Selain melarang konvoi, Pemkot Depok juga melarang penggunaan petasan yang kerap memicu gangguan ketertiban.
Untuk posko angkutan lebaran, instruksi dari BPTD Kelas I Jabar, posko dilakukan di simpang exit Tol Cijago, untuk memantau dan membantu pihak kepolisian dalam menangani kemacetan.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved