Atasi Banjir dan Jalan Rusak, Pemkot Depok Garap 454 Titik Drainase

Kisar Rajagukguk
13/4/2026 16:17
Atasi Banjir dan Jalan Rusak, Pemkot Depok Garap 454 Titik Drainase
Sejumlah pekerja memperbaiki drainase di salah satu permukiman di wilayah Kota Depok, Jawa Barat .(MI/Kisar Rajagukguk)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, melakukan langkah proaktif dengan mempercepat perbaikan infrastruktur drainase dan jalan di seluruh wilayah kota. Langkah ini diambil guna meminimalisasi risiko banjir yang kerap memicu kerusakan lapisan aspal maupun beton pada jalan permukiman dan jalan raya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Rizwan Nurahim, menyatakan bahwa percepatan ini merupakan respons cepat pemerintah dalam menjaga kualitas infrastruktur publik. "Kita melakukan langkah perbaikan drainase dengan gerak cepat dalam upaya mengatasi banjir dan kerusakan jalan yang lebih parah," kata Rizwan Nurahim, Senin (13/4).

Menghadapi intensitas hujan yang masih tinggi, Dinas PUPR menargetkan perbaikan pada 454 titik drainase dan 1.000 titik ruas jalan. Rizwan menegaskan bahwa fokus utama adalah mengembalikan fungsi infrastruktur agar mobilitas warga tidak terganggu.

"Kami membangun 454 titik drainase dan 1.000 titik ruas jalan, untuk menjaga fungsi infrastruktur, mencegah banjir, serta memastikan mobilitas warga tetap berjalan lancar," imbuhnya.

Pembenahan sistem drainase permanen ini difokuskan pada ruas jalan kota, provinsi, hingga jalan protokol. Momentum pengerjaan dikebut terutama pasca-Idul Fitri 1447 H guna menekan dampak kerusakan jalan akibat genangan air.

Alokasi Anggaran Rp170 Miliar
Untuk mendukung proyek masif ini, Pemkot Depok telah menyiapkan anggaran yang signifikan. Tercatat, sekitar Rp70 miliar dialokasikan untuk normalisasi drainase dan Rp100 miliar untuk perbaikan ruas jalan.

Rizwan menjelaskan bahwa buruknya sistem drainase selama ini menjadi faktor utama kerusakan jalan. Air yang meluap akibat saluran yang tidak mampu menampung debit hujan atau tersumbat sampah menjadi pemicu utama rapuhnya lapisan jalan.

"Banjir di pemukiman dan jalan raya sering terjadi akibat sistem drainase yang buruk, tidak mampu menampung volume air hujan, atau tersumbat sampah. Air meluap karena kapasitas saluran yang kurang, menyebabkan banjir di jalan dan merendam rumah warga," ungkapnya.

Guna memastikan proyek berjalan tepat waktu, Dinas PUPR melakukan percepatan pada proses lelang dan pengerjaan fisik di lapangan. "Penanganan tersebut, melibatkan percepatan lelang dan pengerjaan fisik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk memastikan aliran air lancar serta melindungi infrastruktur jalan dari kerusakan lebih lanjut," jelas Rizwan.

Kendala Sampah
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, menyoroti permasalahan sampah sebagai penghambat utama efektivitas saluran air.

"Penyebab utama banjir di Kota Depok akibat penumpukan sampah yang menyumbat saluran air, selokan, dan sungai, terutama setelah hujan deras, menyebabkan air meluap," tutur Bahtiar.

Pemkot Depok kembali mengimbau kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air, sungai, maupun drainase. Hal ini krusial untuk mencegah penyumbatan yang merusak ekosistem sekaligus menjaga keawetan infrastruktur jalan yang tengah diperbaiki. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya