Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan telah menemukan jawaban yang paling akurat terkait cara waktu berlalu di Mars, dan penemuan ini bisa berdampak pada masa depan navigasi serta komunikasi di luar angkasa.
Tim peneliti dari National Institute of Standards and Technology (NIST) mengungkapkan bahwa waktu di Mars berjalan 477 mikrodetik lebih cepat setiap harinya dibandingkan dengan waktu di Bumi. Angka ini dapat bervariasi hingga 226 mikrodetik selama satu tahun Mars akibat dari orbit planet merah yang tidak melingkar sempurna dan pengaruh gravitasi benda langit lain.
Analisis ini menggarisbawahi kesulitan besar dalam menjaga konsistensi waktu di luar planet kita. Jika seseorang membawa jam atom ke permukaan Mars, detak jam tersebut memang akan stabil. Namun, ketika dibandingkan dengan jam atom di Bumi, keduanya akan segera mengalami ketidaksesuaian.
"Waktunya menjadi tepat untuk Bulan dan Mars. Ini adalah langkah terdekat bagi kita untuk merealisasikan visi fiksi ilmiah tentang eksplorasi tata surya," ungkap fisikawan NIST, Bijunath Patla.
Satu hari di Mars berlangsung 40 menit lebih lama dibandingkan dengan di Bumi, dan planet ini membutuhkan waktu 687 hari untuk mengorbit Matahari. Namun yang sangat penting bagi para ilmuwan bukan hanya panjang satu hari atau satu tahun, melainkan seberapa cepat setiap detik berlalu.
Dengan gaya gravitasi Mars yang hanya sepertiga dari Bumi dan pengaruh dari Matahari, Bulan, serta planet lain, laju waktu di Mars berbeda dibandingkan dengan yang terjadi di Bumi atau Bulan. "Menghadapi tiga benda astronomi saja sudah rumit, apalagi sekarang kita berhadapan dengan empat, Matahari, Bumi, Bulan, dan Mars," jelas Patla.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di The Astronomical Journal ini memberikan landasan penting untuk pengembangan jaringan komunikasi luar angkasa.
Perbedaan ratusan mikrodetik mungkin terdengar sedikit, tetapi sistem komunikasi modern seperti 5G membutuhkan tingkat akurasi hingga sepersepuluh mikrodetik. Tanpa adanya standar waktu yang tepat, sinkronisasi antar planet akan sulit dicapai. Saat ini, komunikasi antara Bumi dan Mars bisa mengalami keterlambatan hingga puluhan menit.
Neil Ashby, fisikawan NIST lainnya, menjelaskan bahwa penelitian semacam ini merupakan langkah awal menuju sistem navigasi di planet lain, mirip dengan peranan GPS di Bumi saat ini. "Mungkin dibutuhkan beberapa dekade sebelum Mars dipenuhi jejak penjelajah, tetapi mempelajari isu-isu semacam ini membantu kita mempersiapkan berbagai variabel yang akan muncul," ujarnya.
Bagi para ilmuwan, penemuan ini lebih dari sekadar masalah teknologi, tetapi juga merupakan penekanan ulang terhadap prinsip dasar relativitas yang dikemukakan oleh Einstein. Memahami bagaimana jam berdetak di Mars memperluas wawasan mereka mengenai ruang dan waktu itu sendiri.
"Untuk pertama kalinya, rasanya menyenangkan mengetahui apa yang terjadi di Mars ketika melihat dari sisi waktu. Ini menambah pemahaman kita tentang teori mengenai cara jam berdetak dan relativitas," kata Patla. (SciTechDaily/Z-10)
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
NASA resmi menonaktifkan instrumen LECP pada Voyager 1. Langkah ini diambil untuk memperpanjang usia operasional wahana antariksa terjauh manusia tersebut.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Benarkah Tembok Besar Tiongkok terlihat dari luar angkasa? Simak fakta ilmiah dari astronot NASA dan sejarah asal-usul mitos populer ini.
Misi Artemis 2 NASA kirim 4 astronaut ke bulan dengan risiko tinggi, radiasi, kehilangan komunikasi, hingga ancaman kematian di luar angkasa.
Kebakaran tragis dalam kapsul Apollo 1 menewaskan tiga astronaut NASA dalam hitungan detik. Simak kronologi lengkap dan penyebab di balik insiden ini.
Foto terbaru ESA mengungkap bercak abu vulkanik di Mars yang terus merayap sejauh 6,5 km per tahun. Apa penyebab fenomena misterius di Utopia Planitia ini?
Peneliti menemukan struktur geologi unik di Mars yang mirip landas kontinen di Bumi. Penemuan ini memperkuat bukti sepertiga permukaan Mars dulunya adalah samudra.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved