NASA Matikan Instrumen Voyager 1 demi Hemat Daya di Ruang Antarbintang

Thalatie K Yani
21/4/2026 12:00
NASA Matikan Instrumen Voyager 1 demi Hemat Daya di Ruang Antarbintang
NASA resmi menonaktifkan instrumen LECP pada Voyager 1.(NASA)

INSINYUR NASA terpaksa menonaktifkan satu lagi instrumen ilmiah pada wahana Voyager 1. Langkah ini diambil guna menghemat daya nuklir yang kian menipis pada wahana antariksa terjauh yang pernah dikirim manusia ke ruang angkasa tersebut.

Instrumen Low-energy Charged Particles (LECP) resmi dimatikan pada Jumat, 17 April 2026. Penonaktifan ini dilakukan untuk memastikan Voyager 1 memiliki lebih banyak waktu untuk melanjutkan eksplorasinya di luar sistem tata surya kita.

Misi Bersejarah Melampaui Tata Surya

Diluncurkan tahun 1977, Voyager 1 menorehkan sejarah dengan meninggalkan sistem tata surya pada 25 Agustus 2012. Wahana ini melewati Heliopause, sebuah gelembung partikel bermuatan yang menandai batas terluar wilayah pengaruh matahari. Hingga bulan ini, Voyager 1 tetap menjadi objek buatan manusia terjauh dari Bumi dengan jarak lebih dari 24 miliar kilometer.

Voyager 1 bersama kembarannya, Voyager 2, telah memberikan data krusial mengenai apa yang disebut sebagai medium antarbintang. Mengingat keduanya adalah satu-satunya wahana antariksa yang saat ini berada di luar sistem tata surya, posisi mereka sangat unik dan tak tergantikan dalam mengumpulkan informasi ilmiah tersebut.

Strategi Penghematan Daya

Instrumen LECP telah beroperasi di Voyager 1 hampir sejak peluncurannya. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengukur partikel bermuatan energi rendah dari sistem tata surya dan sekitarnya, seperti ion, elektron, serta sinar kosmik.

Keputusan untuk mematikan LECP bukanlah hal yang mendadak. Para insinyur NASA telah menyepakati urutan penonaktifan instrumen Voyager 1 sejak bertahun-tahun lalu demi menjaga sisa tenaga nuklirnya yang terus berkurang. Sebelumnya, instrumen LECP milik Voyager 2 telah lebih dulu dimatikan pada Maret 2025.

Saat meninggalkan Bumi puluhan tahun silam, si kembar Voyager membawa 10 rangkaian instrumen identik. Kini, seiring berjalannya waktu dan keterbatasan energi, hanya tersisa tiga instrumen yang masih beroperasi pada kedua wahana antariksa tersebut. Langkah pahit ini harus diambil agar Voyager 1 tetap bisa mengirimkan sinyal ke Bumi selama mungkin dari kegelapan ruang antarbintang. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya