Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INSINYUR NASA terpaksa menonaktifkan satu lagi instrumen ilmiah pada wahana Voyager 1. Langkah ini diambil guna menghemat daya nuklir yang kian menipis pada wahana antariksa terjauh yang pernah dikirim manusia ke ruang angkasa tersebut.
Instrumen Low-energy Charged Particles (LECP) resmi dimatikan pada Jumat, 17 April 2026. Penonaktifan ini dilakukan untuk memastikan Voyager 1 memiliki lebih banyak waktu untuk melanjutkan eksplorasinya di luar sistem tata surya kita.
Diluncurkan tahun 1977, Voyager 1 menorehkan sejarah dengan meninggalkan sistem tata surya pada 25 Agustus 2012. Wahana ini melewati Heliopause, sebuah gelembung partikel bermuatan yang menandai batas terluar wilayah pengaruh matahari. Hingga bulan ini, Voyager 1 tetap menjadi objek buatan manusia terjauh dari Bumi dengan jarak lebih dari 24 miliar kilometer.
Voyager 1 bersama kembarannya, Voyager 2, telah memberikan data krusial mengenai apa yang disebut sebagai medium antarbintang. Mengingat keduanya adalah satu-satunya wahana antariksa yang saat ini berada di luar sistem tata surya, posisi mereka sangat unik dan tak tergantikan dalam mengumpulkan informasi ilmiah tersebut.
Instrumen LECP telah beroperasi di Voyager 1 hampir sejak peluncurannya. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengukur partikel bermuatan energi rendah dari sistem tata surya dan sekitarnya, seperti ion, elektron, serta sinar kosmik.
Keputusan untuk mematikan LECP bukanlah hal yang mendadak. Para insinyur NASA telah menyepakati urutan penonaktifan instrumen Voyager 1 sejak bertahun-tahun lalu demi menjaga sisa tenaga nuklirnya yang terus berkurang. Sebelumnya, instrumen LECP milik Voyager 2 telah lebih dulu dimatikan pada Maret 2025.
Saat meninggalkan Bumi puluhan tahun silam, si kembar Voyager membawa 10 rangkaian instrumen identik. Kini, seiring berjalannya waktu dan keterbatasan energi, hanya tersisa tiga instrumen yang masih beroperasi pada kedua wahana antariksa tersebut. Langkah pahit ini harus diambil agar Voyager 1 tetap bisa mengirimkan sinyal ke Bumi selama mungkin dari kegelapan ruang antarbintang. (Space/Z-2)
Wahana Voyager NASA mengungkap wilayah ekstrem di heliopause, batas Tata Surya dengan ruang antarbintang, dengan suhu mencapai 50.000 kelvin.
Pencapaian ini menjadikannya benda buatan manusia pertama yang mencapai jarak satu hari cahaya, sekaligus menjelaskan betapa luasnya ruang antariksa dan betapa jauhnya
Potensi terputusnya komunikasi ini dapat menimbulkan masalah serius jika wahana mengalami kegagalan pada pendorong, yang diprediksi para ahli dapat membahayakan misi bersejarah ini.
NASA kehilangan kontak dengan wahana antarbintang Voyager 1 selama hampir seminggu akibat gangguan teknis yang mematikan pemancar utamanya.
Usai alami masalah komunikasi pada Oktober 2024, pesawat luar angkasa Voyager 1 NASA secara otomatis mengaktifkan pemancar radio cadangan yang tidak digunakan sejak 1981.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Analisis baru data Voyager 2 menangkap Uranus pada momen langka ketika sabuk radiasi planet itu dipenuhi elektron berenergi tinggi akibat interaksi angin matahari.
Miranda, bulan Uranus, diduga menyimpan samudra cair di bawah permukaan esnya.
Uranus dikenal sebagai “planet miring” karena sumbunya yang ekstrem. Simak fakta menarik tentang planet ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved