Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN NASA baru-baru ini melaporkan bukti aktivitas listrik di Mars, atau yang disebut sebagai mini lightning, petir ini berbeda jauh dari petir di Bumi. Alih-alih menjulur tinggi dari awan ke tanah, mini-petir ini hanya berskala sentimeter dan lebih mirip kejutan listrik kecil.
Ilmuwan dari Research Institute in Astrophysics and Planetary Science di Toulouse, Prancis, Baptiste Chide menjelaskan bahwa meski kecil, fenomena ini bisa memicu reaksi kimia di atmosfer Mars dan berpotensi mengganggu perangkat elektronik. Temuan ini dipublikasikan pada jurnal Nature.
Mini petir di Mars tidak terlihat langsung. Rover Perseverance atau kendaraan robotik milik NASA menemukan fenomena ini melalui mikrofon yang menangkap suara pelepasan listrik. Suara tersebut terdengar seperti letupan statis singkat.
Awalnya, suara yang lebih keras dalam rekaman membuat para ilmuwan bingung. Dr. Chide menjelaskan bahwa mereka sempat mengira itu berasal dari partikel debu yang lebih besar. Namun, setelah menghadiri konferensi tentang listrik atmosfer, ia menyadari suara tersebut mirip letupan listrik yang terjadi saat mencabut alat elektronik tanpa mematikannya terlebih dahulu.
Analisis lebih lanjut terhadap getaran suara menunjukkan bahwa letupan ini terdiri dari dua bagian:
Perbedaan waktu singkat antara kedua bagian ini menunjukkan proses yang serupa dengan petir di Bumi, hanya dalam skala yang jauh lebih kecil. Para ilmuwan memperkirakan mini-petir ini terjadi sekitar enam kaki dari rover, dengan letupan lebih kecil terjadi hanya beberapa inci dari mikrofon.
Mars memiliki atmosfer yang tipis, dingin, dan kering. Aktivitas listrik dapat muncul terutama saat badai debu, ketika partikel saling bergesekan dan menghasilkan muatan listrik. Fenomena ini sebelumnya sulit dibuktikan secara langsung, meskipun penelitian sebelumnya di tahun 2009 oleh Christopher Ruf dan Nilton Renno di University of Michigan mendeteksi emisi gelombang mikro yang kemungkinan berasal dari badai debu di Mars.
Namun, pengamatan sebelumnya dilakukan dari Bumi dan belum bisa dikonfirmasi oleh pesawat pengorbit Mars Eropa, sehingga kontroversial. Temuan terbaru dari Perseverance memberikan bukti lebih meyakinkan langsung di lokasi kejadian.
Mini petir ini tidak membahayakan astronot, tetapi dapat memengaruhi perangkat elektronik, termasuk rover dan pakaian luar angkasa. Pengetahuan ini penting bagi para insinyur untuk merancang peralatan yang lebih tahan terhadap pelepasan listrik di Mars.
Sumber: The New York Times.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
WAHANA penjelajah milik NASA, Curiosity, kembali membuat temuan penting di Mars.
Rover Curiosity NASA temukan formasi batuan unik menyerupai sisik naga di Mars. Simak penjelasan ilmuwan JPL mengenai siklus air kuno di Planet Merah.
Temuan ini diungkap melalui serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan pola poligon aneh menyerupai sisik reptil raksasa yang membatu.
Bercak hitam di Mars kembali jadi sorotan ilmuwan. NASA dan ESA mengungkap fenomena ini kemungkinan dipicu debu kering, bukan aliran air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved