Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan mungkin telah menemukan beberapa petunjuk tertua tentang keberadaan makhluk hidup yang memproduksi oksigen di dalam bebatuan, dari contoh yang berusia sekitar 2,5 miliar tahun, dan juga jejak biologi dalam material yang usianya mencapai 3,3 miliar tahun, yang merupakan salah satu yang tertua yang pernah diketahui.
Temuan baru terkait bukti kimia di bebatuan ini terjadi berkat penggunaan algoritma pembelajaran mesin yang mampu mengungkap apa yang disebut para peneliti sebagai "bisikan" kimia di dalam batuan tersebut.
Molekul-molekul biologis asli telah mengalami kerusakan yang signifikan, tetapi jejak pengaruhnya terhadap batuan fosil di sekelilingnya masih dapat ditemukan, meskipun batuan tersebut telah mengalami berbagai perubahan selama eon yang telah berlalu antara pembentukan dan penemuan.
"Batuan kuno menyimpan banyak teka-teki menarik yang menceritakan sejarah kehidupan di Planet Bumi, namun beberapa bagian dari narasi tersebut selalu hilang," kata Katie Maloney, salah satu penulis dan asisten profesor di Michigan State University, dalam sebuah pernyataan.
"Menggabungkan analisis kimia dengan pembelajaran mesin telah berhasil mengungkap petunjuk biologis tentang keberadaan kehidupan purba yang sebelumnya tidak terlihat," lanjutnya.
Tim peneliti melatih algoritma pembelajaran mesin untuk mengenali tanda-tanda kimia dari fosil tersebut dan membandingkannya dengan tanda-tanda dari hewan dan tanaman modern, serta molekul organik yang berasal dari meteorit.
Pendekatan ini membantu algoritma dalam mengidentifikasi bisikan-bisikan ini dan menentukan apakah mereka dihasilkan oleh kehidupan dengan tingkat akurasi mencapai 90 persen.
Dengan menerapkan metode ini, para peneliti dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi jejak molekuler pada batuan yang jauh lebih tua.
Sebelum riset ini, batas waktu penelitian adalah 1,7 miliar tahun. Penemuan ini melipatgandakan rentang penelitian dan bisa sangat signifikan tidak hanya untuk kehidupan di Bumi, tetapi juga untuk memahami apakah Mars di masa lalu mampu mendukung kehidupan.
"Kehidupan purba meninggalkan lebih dari sekadar fosil; ia juga meninggalkan jejak kimia," ungkap Dr. Robert Hazen, ilmuwan senior di Carnegie Institution for Science dan salah satu penulis utama. "Dengan penggunaan pembelajaran mesin, kami kini dapat memahami jejak ini dengan akurat untuk pertama kalinya. "
"Teknik inovatif yang kami gunakan ini memungkinkan kita membaca catatan fosil masa lalu dengan cara yang baru," tambah Maloney. "Ini bisa memberi panduan dalam pencarian kehidupan di planet lain."
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Penyebab yang sering dirujuk sebagai Peristiwa Oksigenasi Besar dapat ditemukan dalam organisme yang melakukan fotosintesis. Meski ada beberapa bukti keberadaan bentuk kehidupan ini sebelum Peristiwa Oksigenasi Besar (GOE), hal tersebut masih belum sepenuhnya jelas.
Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang jenis organisme yang mungkin menjadi pemicu Peristiwa Oksigenasi Besar. (IFLScience/Z-1)
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda
Ilmuwan memprediksi pembentukan superbenua Pangea Ultima dalam 250 juta tahun ke depan akan memicu suhu ekstrem hingga 50°C dan mengancam kepunahan mamalia.
NASA merilis foto terbaru dari misi Artemis II, memperlihatkan sisi lain Bulan yang selama ini selalu hanya memperlihatkan satu wajah yang sama ke Bumi.
Misi Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa setelah para astronautnya berhasil menempuh jarak terjauh dari Bumi
Astronaut Artemis II terpukau melihat Bumi dari luar angkasa hingga menunda makan. Foto NASA ungkap keindahan planet biru dari kapsul Orion.
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik.
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Perdebatan panjang para astronom mengenai apa yang sebenarnya tersembunyi di bawah lapisan awan tebal Jupiter akhirnya menemui titik terang.
Risiko lain yang tak kalah serius adalah gangguan jantung, seperti aritmia atau gangguan irama jantung, yang dalam kondisi tertentu bisa berujung pada henti jantung mendadak.
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved