Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAMATI langit malam merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan mendidik.
Tanpa memerlukan peralatan canggih, ada lima planet yang dapat dilihat dengan mata telanjang.
Planet-planet ini, yang merupakan bagian dari tata surya kita, seringkali dapat dikenali dengan mudah.
Baca juga : Karakteristik Delapan Planet dalam Tata Surya Kita
Mari kita kenali lebih dekat kelima planet tersebut.
Merkurius adalah planet terdekat dengan Matahari dan yang terkecil di tata surya kita. Karena dekat dengan Matahari, Merkurius sulit dilihat karena biasanya tenggelam dalam cahaya senja atau fajar. Namun, ada saat-saat ketika planet ini terlihat jelas, terutama selama periode elongasi maksimal. Merkurius tampak sebagai bintang yang sangat terang dan cemerlang di dekat cakrawala.
Venus dikenal sebagai bintang pagi atau bintang senja karena kecerahannya yang luar biasa. Planet ini adalah yang paling terang setelah Matahari dan Bulan. Venus mudah dikenali karena cahayanya yang putih cemerlang. Pada pagi hari, Venus dapat dilihat sebelum Matahari terbit, dan pada sore hari setelah Matahari terbenam. Cahayanya yang stabil dan terang membuatnya sulit disalahartikan sebagai benda langit lain.
Baca juga : Isi Tata Surya dan Pengelompokan Planet
Mars sering disebut sebagai "Planet Merah" karena warna kemerahannya yang khas, yang disebabkan oleh besi oksida (karat) di permukaannya. Mars terlihat paling terang dan besar selama oposisi, yaitu ketika Bumi berada di antara Mars dan Matahari. Selama periode ini, Mars dapat dilihat sepanjang malam dan menjadi salah satu objek langit paling menonjol.
Jupiter adalah planet terbesar di tata surya dan salah satu yang paling menarik untuk diamati. Jupiter terlihat sebagai titik terang yang stabil di langit malam. Planet ini sangat terang karena ukurannya yang besar dan atmosfernya yang memantulkan banyak cahaya matahari. Dengan bantuan teropong sederhana, empat bulan terbesar Jupiter, yang dikenal sebagai satelit Galilea (Io, Europa, Ganymede, dan Callisto), juga dapat terlihat mengelilingi planet ini.
Saturnus dikenal dengan cincin-cincinnya yang indah, yang dapat dilihat dengan teleskop kecil. Namun, bahkan tanpa teleskop, Saturnus masih dapat terlihat dengan mata telanjang sebagai bintang yang terang dan stabil. Planet ini sering tampak kekuningan atau emas. Seperti Jupiter, Saturnus paling mudah dilihat selama oposisi, ketika ia terlihat sepanjang malam dan berada pada titik terang maksimal.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam mengamati planet, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
Mengamati planet dengan mata telanjang adalah cara yang luar biasa untuk terhubung dengan alam semesta dan memahami posisi kita di tata surya. Selamat mengamati langit malam! (Z-3)
Dalam proses memasuki atmosfer, permukaan perisai panas akan mengalami pembakaran dan pengikisan yang disebut sebagai ablasi. Fenomena ini membantu melindungi wahana dari panas ekstrem.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Para ilmuwan meyakini bahwa Venus akan segera melintasi aliran puing-puing kosmik yang sangat padat, menciptakan pertunjukan cahaya yang luar biasa di atmosfer tebal planet tersebut.
Selama puluhan tahun, buku pelajaran dan pengetahuan populer membuat kita yakin bahwa Venus adalah planet terdekat dengan Bumi.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
WAHANA penjelajah milik NASA, Curiosity, kembali membuat temuan penting di Mars.
Rover Curiosity NASA temukan formasi batuan unik menyerupai sisik naga di Mars. Simak penjelasan ilmuwan JPL mengenai siklus air kuno di Planet Merah.
Temuan ini diungkap melalui serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan pola poligon aneh menyerupai sisik reptil raksasa yang membatu.
Bercak hitam di Mars kembali jadi sorotan ilmuwan. NASA dan ESA mengungkap fenomena ini kemungkinan dipicu debu kering, bukan aliran air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved