Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CROWDSTRIKE mengumumkan rilis terbaru dari CrowdStrike Falcon Go guna menghadirkan perlindungan keamanan siber yang dibutuhkan segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menangkal serangan ransomware serta mencegah pembobolan data.
Dengan hanya beberapa klik, pelaku UKM dapat dengan cepat dan mudah menerapkan perlindungan terbaik di industri untuk menghentikan serangan siber modern yang tidak dapat dihentikan oleh produk antivirus biasa.
Melalui solusi keamanan siber berbasis AI untuk organisasi dari segala ukuran ini, CrowdStrike menetapkan standar baru dalam keamanan siber di segmen UKM.
Baca juga: 20% Pengguna Komputer di Indonesia Jadi Korban Serangan Siber
Produk antivirus biasa yang umum digunakan UKM tidak dapat mengimbangi kecepatan pertumbuhan volume dan kompleksitas ransomware maupun serangan siber lainnya.
Didukung oleh platform AI-native Falcon dari CrowdStrike, Falcon Go memberikan perlindungan terbaik di kelasnya, sebagaimana terbukti dalam pengujian SE Labs baru-baru ini saat Falcon Go berhasil mencetak skor 100% pencegahan ransomware.
Falcon Go dapat diunduh dan diinstal dalam hitungan detik sehingga organisasi dapat segera melindungi bisnis mereka dan menghentikan gangguan keamanan. Dengan Falcon Go, keamanan siber menjadi lebih mudah dari sebelumnya, apapun tingkat keahlian teknis penggunanya.
Baca juga: CyberArk: 80 Persen Serangan Siber Dimulai dari Pencurian Identitas
"Serangan siber dan ransomware seharusnya tidak termasuk hal-hal yang perlu dikhawatirkan UKM, tetapi kegagalan produk antivirus tradisional telah menempatkan mereka pada situasi berisiko. Bahkan, sering kali pengusaha terpaksa menutup bisnis mereka akibat gangguan keamanan yang mengakibatkan gangguan pada bisnis, tindakan hukum, dan kerugian finansial," ujar Chief Business Officer CrowdStrike Daniel Bernard.
"Solusi keamanan siber yang tersedia bagi segmen UKM saat ini nyatanya tak mampu menyediakan layanan dan perlindungan memadai yang dibutuhkan pasar. Falcon Go hadir untuk mengubah keadaan ini dengan menghadirkan perlindungan yang didukung teknologi AI, pengalaman pengguna yang prokonsumen, dan hasil nyata yang dibutuhkan setiap bisnis – tak ada lagi gangguan keamanan," lanjutnya.
Rilis terbaru Falcon Go memastikan setiap sen yang diinvestasikan untuk pertahanan siber tidak sia-sia dan dengan demikian memungkinkan UKM untuk fokus pada pertumbuhan bisnis tanpa perlu mengkhawatirkan gangguan keamanan siber.
Falcon Go memberikan perlindungan bagi UKM dengan solusi keamanan siber AI-native yang:
1. Dapat diterapkan dengan segera
Perlindungan yang telah dikonfigurasi sebelumnya memudahkan penerapan, pengamanan dan pengelolaan perangkat seketika.
2. Memverifikasi perlindungan
Layar beranda terpadu dengan antarmuka sederhana yang secara instan menampilkan profil perlindungan perangkat, aktivitas ancaman, dan keampuhan produk dalam menghentikan serangan.
3. Menghentikan pencurian data
Visibilitas dan kontrol penuh terhadap media USB untuk mencegah pencurian data perusahaan yang tidak disengaja dan disengaja.
"Usaha kecil dan menengah saat ini perlu memikirkan aspek kepatuhan dan keamanan sejak hari pertama berbisnis," kata Head of Corporate Development di Vanta Josh Jones.
"Sebagai pemain terdepan dalam bisnis manajemen kepercayaan yang menyediakan keamanan dan kepatuhan otomatis untuk organisasi dengan segala ukuran, tim kami memiliki visi dan semangat yang sama dengan CrowdStrike untuk memberdayakan UKM dengan kemampuan melindungi diri mereka sendiri dari ancaman siber yang kompleks, saat ini dan di masa depan," imbuhnya.
"Falcon Go menunjukkan bahwa penerapan dan pengelolaan sistem keamanan siber dapat dilakukan dengan beberapa klik saja," tegas Co-Founder & CEO dari Spec Nate Kharrl. "Komitmen CrowdStrike untuk menghentikan gangguan keamanan serta kemampuan AI dari platform Falcon mampu menyingkirkan kekhawatiran kami akan serangan siber dan memungkinkan kami untuk fokus pada mengembangkan bisnis kami."
"Kami tahu CrowdStrike berkomitmen mencapai tujuan paling utama dari keamanan siber – menghentikan gangguan keamanan," timpal CSO di Everything Computers Homer Scoon. "Falcon Go tak membutuhkan waktu lama untuk digunakan dan mudah dikelola. Tampilan konsol yang baru membuat Falcon Go semakin mudah dioperasikan dan menunjukkan komitmen CrowdStrike terhadap inovasi."
"Falcon memberikan perlindungan terbaik di industri dari CrowdStrike, membuat kami merasa tenang sehingga kami bisa fokus menjalankan bisnis kami," ujar manajer TI di BPG Designs Don Thorstenson. "Menerapkan dan mengelola keamanan siber tidak pernah semudah ini." (RO/Z-1)
Kerugian bisnis akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 triliun per tahun, dengan rata-rata kerugian sekitar Rp4,7 miliar untuk setiap serangan ransomware.
Studi Kaspersky mengungkap 85 persen bisnis global perlu meningkatkan keamanan rantai pasokan di tengah krisis tenaga kerja TI yang berkualitas.
BNI imbau nasabah waspadai modus vishing, phishing, dan social engineering. Simak tips aman transaksi digital dan cara lindungi data pribadi di sini.
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
Departemen Kehakiman AS menjatuhkan hukuman penjara bagi dua warga New Jersey yang mengelola "laptop farm" untuk menyelundupkan pekerja IT Korea Utara ke perusahaan Fortune 500.
Tiga sekda terbaik peraih ADLGA 2025 melakukan studi banding keamanan siber ke KISA, Seoul, Korea Selatan untuk memperkuat transformasi digital daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved