Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Digiserve by Telkom Indonesia berkomitmen perkuat ekosistem keamanan siber di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan DBM Works Solusi Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan teknologi keamanan siber unggulan dari Korea Selatan (Korsel) ke pasar Indonesia. Inisiatif ini merupakan respons atas meningkatnya kompleksitas ancaman siber yang kian masif di Indonesia. Merujuk laporan BSSN, terdapat lebih dari 3,5 miliar anomali trafik yang menargetkan infrastruktur digital Indonesia sepanjang 2025, mencakup sektor IoT, OT, sistem pembayaran digital, hingga API.
Melalui sinergi ini, Digiserve mengintegrasikan keunggulan teknologi cybersecurity Korea dengan kapabilitas managed services serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan dinamika pasar lokal. Dalam keterangannya hari ini Buddy Restiady, Plt Presiden Direktur Digiserve by Telkom Indonesia yang juga Finance & Risk Management Director Digiserve, pada Media Gathering bertajuk “Strengthening Digiserve Cyber Security Services with Advanced Korean Technology” di Jakarta, Selasa (28/4), menekankan pentingnya kolaborasi ini guna menjaga keberlangsungan bisnis pelanggan.
"Kami menyadari transformasi digital yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi keamanan siber yang kuat. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi cybersecurity asal Korea, kami menghadirkan pendekatan advanced security analytics dan threat detection yang telah teruji secara global, namun tetap relevan dengan kebutuhan bisnis di Indonesia," kata Buddy Restiady. Hemat dia, aspek manajemen risiko kini menjadi prioritas utama bagi setiap organisasi. Seiring dengan akselerasi digital, potensi ancaman terhadap keamanan data juga semakin meningkat.
Selain itu, Indonesia juga menghadapi tantangan struktural dalam kesiapan keamanan siber, termasuk kesenjangan talenta yang diperkirakan mencapai 0,6 hingga 1,5 juta tenaga profesional keamanan siber di masa depan. Di sisi lain, kompleksitas penggunaan tools juga menjadi tantangan tersendiri, di mana organisasi rata-rata menggunakan 10–20 tools keamanan (hingga 60–130 pada skala besar), yang berpotensi menimbulkan fragmentasi sistem keamanan. Keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan komponen krusial dalam mitigasi risiko bisnis. Oleh karena itu, setiap institusi perlu mengantisipasi sejak dini dengan memperkuat keamanan aset digitalnya.
Dampak finansial dari serangan siber juga semakin signifikan. Kerugian bisnis akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 triliun per tahun, dengan rata-rata kerugian sekitar Rp4,7 miliar untuk setiap serangan ransomware. Sebagai bagian inisiatif ini, ungkap Buddy, Digiserve melengkapi solusi Managed Security Services (MSS) dengan SoCaaS (Security operation Center as a Service) yang dirancang untuk scalable dan adaptif. Solusi ini memungkinkan perusahaan, baik skala besar maupun yang sedang berkembang, untuk meningkatkan postur keamanan tanpa perlu menghadapi kompleksitas pengelolaan Security Operations Center (SOC) secara mandiri.
Dijelaskan, layanan SoCaaS Digiserve menawarkan sejumlah keunggulan utama, di antaranya melalui Teknologi Advanced Korea yang mengadopsi metode deteksi ancaman mutakhir dan analisis keamanan berbasis data. Dukungan Managed by Digiserve dikelola sepenuhnya oleh tim ahli yang memahami regulasi dan dinamika infrastruktur IT di Indonesia. Selain itu, layanan ini bersifat Scalable & Adaptif sehingga fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta skala bisnis pelanggan, serta menghadirkan Enterprise-grade Security dengan standar keamanan tinggi namun harga tetap kompetitif.
Layanan ini secara khusus ditujukan bagi sektor-sektor dengan tingkat risiko keamanan tinggi, seperti Keuangan & Perbankan, Manufaktur & Energi, FMCG, serta Institusi Pemerintah dan juga relevan dan efektif untuk berbagai industri lain. Ke depannya, Digiserve berkomitmen untuk terus mengembangkan kapabilitas teknologi, memperluas use case lintas industri, serta mengintegrasikan solusi ini ke dalam seluruh portofolio layanan keamanan guna mendukung kedaulatan digital Indonesia.
Pada kesempatan sama, VP IT, Product & Partnership Digiserve, Edi Nopian Mulia, memaparkan kecenderungan atau tren serangan siber dapat meningkat seiring masifnya digitalisasi di berbagai sektor. Edi mengingatkan semakin banyaknya perusahaan go digital, potensi serangan siber kian melonjak. Sehingga dalam satu bulan, rentetan serangan siber dapat meningkat pula. "Kondisi ini realitas yang tidak bisa kita hindari," cetus Edi. Edi mengutarakan layanan SoCaaS dapat membantu perusahaan memantau lalu lintas data secara real-time melalui pusat komando (SOC), sehingga aktivitas mencurigakan dapat segera terdeteksi untuk diantisipasi serta ditangani sehingga tidak berujung fatal. (H-2)
Indonesia catat 40 juta serangan siber pada 2025. Simak tips aman WFH selama Ramadan agar perangkat dan data perusahaan tetap terlindungi dari malware.
Google baru saja mengungkapkan adanya serangan siber skala besar yang menargetkan model AI andalan mereka, Gemini.
Sepanjang semester kedua 2025, tercatat sebanyak 234.528.187 serangan siber menghantam ruang digital Indonesia. Angka ini setara dengan rata-rata 15 serangan yang terjadi setiap detiknya.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved