Bhayangkara FC Tanggapi Ancaman Jalur Hukum dari Dewa United usai Insiden Tendangan Kungfu 

Khoerun Nadif Rahmat
20/4/2026 21:21
Bhayangkara FC Tanggapi Ancaman Jalur Hukum dari Dewa United usai Insiden Tendangan Kungfu 
Bhayangkara FC menilai insiden tendangan kungfu dalam laga Elite Pro Academy U-20.(MI/Khoerun Nadhif Rahmat)

 

BHAYANGKARA FC menilai insiden tendangan kungfu dalam laga Elite Pro Academy U-20 harus dilihat dalam kerangka sebab-akibat, meski menegaskan tidak membenarkan aksi kekerasan tersebut.

Bhayangkara FC merespons ancaman Dewa United yang akan menempuh jalur hukum menyusul insiden tendangan kungfu yang diduga dilakukan pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto.

Peristiwa itu terjadi dalam laga Elite Pro Academy antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4). Dalam keributan di lapangan, Fadly diduga melakukan tendangan kungfu kepada salah satu pemain Dewa United U-20.

Menanggapi rencana langkah hukum dari pihak lawan, Chief Operating Officer Bhayangkara FC sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menyatakan insiden tersebut perlu dilihat secara utuh.

"Kan itu ada sebab-akibat. Kalau di peradilan umum itu kan ada sebab-akibat," tegas Sumardji saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

Ia mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru menghakimi tanpa memahami latar belakang kejadian.

"Kenapa dia melakukan itu? Kan pasti ada sebabnya dulu kan? Ini sebabnya. Kan pasti ada sebab-akibat," kata Sumardji.

Meski demikian, Sumardji menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam pertandingan.

"Apapun tidak dibenarkan melakukan pemukulan tendangan kungfu dan rasis," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menyampaikan kekecewaan atas insiden tersebut dan memastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Ia menilai kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy seharusnya menjadi sarana pembelajaran, bukan ajang kekerasan. Ardian juga menegaskan bahwa klub memiliki tanggung jawab dalam membentuk moral dan adab pemain.

"Saya akan proses secara hukum untuk semua yang melakukan kekerasan, karena bukan hanya pemain tapi ada juga coach yang melakukan pemukulan. Biar menjadi pembelajaran untuk semua," tegas Ardian. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya