Kronologi Lengkap Kericuhan Bhayangkara vs Dewa United, Diawali Tendangan Kungfu

Khoerun Nadif Rahmat
20/4/2026 21:15
Kronologi Lengkap Kericuhan Bhayangkara vs Dewa United, Diawali Tendangan Kungfu
Kronologi Lengkap Kericuhan Bhayangkara vs Dewa Utd.(Dok. YouTube)

KERICUHAN dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), terjadi melalui rangkaian kejadian yang memanas secara bertahap di lapangan.

Insiden bermula setelah terciptanya gol dalam pertandingan tersebut. Seusai gol, pemain Bhayangkara FC U-20 langsung melayangkan protes kepada wasit, yang kemudian memicu meningkatnya tensi pertandingan.

Situasi semakin panas saat permainan kembali berjalan dan bola berada di area tengah lapangan. Pada momen inilah kontak fisik antar pemain mulai terjadi.

Dari rekaman video yang beredar, terlihat pemain Dewa United U-20 yang mengenakan kostum hitam lebih dulu melakukan aksi tendangan kungfu ke arah pemain Bhayangkara FC U-20 berbaju putih.

Aksi tersebut menjadi titik awal pecahnya keributan. Pemain dari kedua tim langsung terlibat bentrokan di sekitar lingkaran tengah lapangan.
Chief Operating Officer Bhayangkara FC, Sumardji, membenarkan bahwa insiden awal terjadi sebelum aksi balasan dari pemainnya, Fadly Alberto.

Menurutnya, situasi semakin memburuk setelah adanya dugaan tindakan rasisme yang diterima Fadly Alberto dari arah bench.

"Menurut pengakuan Berto, ada teriakan dari bench yang menyebut ‘Berto hitam, Berto monyet’. Di situlah emosinya terpancing," ujar Sumardji.

Ia menegaskan, meski ada pemicu sebelumnya, tindakan kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun.

"Apapun itu, tidak dibenarkan melakukan pemukulan, tendangan kungfu, maupun rasis," tegasnya.

Insiden ini pun menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana rangkaian kejadian di lapangan, mulai dari protes, kontak fisik, hingga dugaan provokasi, bisa berujung pada kericuhan besar. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya