Nova Arianto Tegaskan Attitude Jadi Syarat Utama Pemanggilan Timnas U-19 Usai Kasus Kekerasan Pemain EPA

Khoerun Nadif Rahmat
29/4/2026 17:15
Nova Arianto Tegaskan Attitude Jadi Syarat Utama Pemanggilan Timnas U-19 Usai Kasus Kekerasan Pemain EPA
Fadly Alberto Hengga(FIFA)

PELATIH tim nasional U-19 Indonesia, Nova Arianto, menegaskan bahwa aspek sikap atau attitude menjadi catatan utama dalam pemanggilan pemain ke skuat Garuda Muda di masa depan.

Hal itu merespons situasi yang tengah menimpa salah satu pemain muda, Fadly Alberto Hengga, menyusul insiden kekerasan dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20.

Nova sangat menyayangkan tindakan yang melibatkan pemain Bhayangkara FC tersebut. Meski demikian, ia memandang kejadian ini harus menjadi evaluasi mendalam bagi sang pemain agar tidak terulang di kemudian hari.

"Ya kalau Alberto kita semuanya tahu ya dengan situasi yang didapatkan oleh Alberto ya dan saya saya sangat menyayangkan hal itu tetapi saya bukan mewajarkan tetapi Alberto adalah pemain muda dan saya pikir ini menjadi pelajaran yang baik buat Alberto," ujar Nova kepada pewarta di Jakarta pada Rabu (29/4).

Lebih lanjut, Nova menekankan bahwa tim nasional memiliki standar yang tinggi dalam memilih representasi negara di lapangan hijau. Kualitas teknik di lapangan harus berjalan selaras dengan kedisiplinan dan perilaku di luar maupun di dalam pertandingan.

"Dan pastinya ke depan tim nasional akan memanggil sekali lagi pemain-pemain yang secara selain kualitas baik tetapi secara *attitude* dan semuanya menjadi catatan kami dalam memanggil pemain," tegasnya.

Persoalan ini bermula dari insiden kekerasan yang melibatkan Alberto terhadap pemain Dewa United, Raka Nurholis, saat laga di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Kejadian tersebut memicu reaksi publik sebelum akhirnya berakhir damai melalui mediasi antara manajemen Dewa United dan Bhayangkara FC di Dewa United Arena, Banten, Rabu (22/4).

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menyatakan telah menerima permintaan maaf dari pihak lawan demi kelangsungan karier para pemain muda. Namun, Firman menegaskan proses evaluasi internal tetap berjalan sesuai kode etik klub.

"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan," kata Firman

Pihak Bhayangkara FC melalui Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, mengapresiasi penyelesaian secara kekeluargaan ini. Ia menekankan pentingnya pembinaan bagi pemain yang masih dalam masa pertumbuhan karakter.

"Kami atas nama Bhayangkara FC sudah meminta maaf memang kepada Dewa United, kepada adik-adik kita semuanya untuk bisa memaafkan," pungkas Agus. (Ndf/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya