Insiden Kekerasan Bhayangkara FC vs Dewa United, Pelatih Timnas U-17 Tekankan Disiplin Pemain

Khoerun Nadif Rahmat
24/4/2026 18:44
Insiden Kekerasan Bhayangkara FC vs Dewa United, Pelatih Timnas U-17 Tekankan Disiplin Pemain
Mediasi setelah insiden kekerasan antara Bhayangkara FC vs Dewa United di markas Dewa United, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.(Dok. Akademi Bhayangkara FC)

PELATIH Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyayangkan insiden kekerasan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC vs Dewa United. Masalah itu berakhir damai melalui mediasi, namun tetap menuai perhatian serius terkait pembinaan karakter pemain muda. 

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak seharusnya terjadi di level usia muda karena dapat merusak masa depan pemain serta nilai sportivitas.

"Tentunya melihat kejadian kemarin cukup sedih ya. Artinya terlepas itu pemain Tim Nasional ataupun bukan, tapi di kelompok eh junior tidak boleh terjadi. Karena karier mereka masih panjang. Kemudian hal-hal tersebut kan mencederai fair play," ujar Kurniawan menanggapi kejadian di Stadion Citarum, Semarang.

Kasus yang melibatkan penyerang Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, terhadap pemain Dewa United, Raka Nurholis, diselesaikan secara kekeluargaan dalam pertemuan di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, Rabu (22/4).

Ia menambahkan, pembinaan pemain muda tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter. Disiplin, sikap, dan adab menjadi hal utama yang terus ditekankan kepada para pemain.

"Terus untuk ke para pemain sendiri kita selalu mengingatkan dan kita memang selalu bikin aturan yang cukup ketat ya, masalah disiplin, kemudian masalah attitude, kemudian yang paling penting adalah adab. Bagaimana mereka respect kepada antar pemain, kepada ofisial dan orang-orang sekitar kita, tekankan itu ke para pemain kita," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, mediasi antara manajemen Dewa United vs Bhayangkara FC berujung damai setelah insiden kekerasan dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20. 

Pertemuan yang berlangsung di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, Rabu (22/4), menjadi momentum penyelesaian konflik antara kedua kubu.

Insiden tersebut melibatkan pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, terhadap pemain Dewa United, Raka Nurholis, dalam laga di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Permintaan Maaf Bhayangkara FC

Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menyatakan bahwa pihak klub menerima permintaan maaf dari kubu lawan demi masa depan para pemain muda. Namun, ia menegaskan bahwa proses evaluasi internal tetap berjalan bagi siapa pun yang melanggar kode etik.

"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan," ujar Firman kepada pewarta, Rabu (22/4).

Senada dengan Firman, Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat Dewa United dalam menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia menekankan pentingnya evaluasi pembinaan bagi pemain yang masih berusia muda.

"Kami atas nama Bhayangkara FC sudah meminta maaf memang kepada Dewa United, kepada adik-adik kita semuanya untuk bisa memaafkan," kata Agus Rumekso. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya