Insiden Kungfu di Dewa United vs Bhayangkara FC, Fadly Alberto Dicoret Timnas U-20

Khoerun Nadif Rahmat
20/4/2026 15:18
Insiden Kungfu di Dewa United vs Bhayangkara FC, Fadly Alberto Dicoret Timnas U-20
Insiden panas Dewa United vs Bhayangkara FC berujung fatal. Fadly Alberto dicoret dari Timnas U-20.(Dok. MetroTV)

Dewa United vs Bhayangkara FC dalam laga Elite Pro Academy (EPA) berubah panas dan berujung konsekuensi serius. Pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto, resmi dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20 usai aksi tendangan kungfu yang dilakukannya kepada pemain Dewa United U-20.

Insiden itu terjadi dalam pertandingan Dewa United vs Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Aksi Alberto langsung menjadi sorotan karena dinilai mencoreng sportivitas dalam sepak bola usia muda.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyayangkan keras kejadian dalam laga Dewa United vs Bhayangkara FC tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden itu bermula dari situasi yang seharusnya tidak terjadi di lapangan.

"Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu. Kejadian itu kan diawali dari sesuatu yang semestinya tidak boleh terjadi," ujar Sumardji, Senin (20/4).

Sumardji mengungkapkan, berdasarkan komunikasi yang ia lakukan dengan Fadly Alberto, sang pemain mengaku terpancing emosi akibat hinaan rasial yang datang dari arah bangku cadangan lawan saat laga Dewa United vs Bhayangkara FC berlangsung.

"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto hitam, Berto monyet'. Nah, disitulah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," ungkap Sumardji.

Meski ada dugaan provokasi yang sangat sensitif, Sumardji menegaskan bahwa tindakan kekerasan tetap tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, respons Alberto dengan melayangkan tendangan adalah kesalahan fatal yang harus dipertanggungjawabkan.

"Ya, ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan," tegasnya.

Kini, nasib Alberto berada di tangan Komisi Disiplin (Komdis) untuk menentukan sanksi lanjutan. Sumardji berharap insiden panas dalam laga Dewa United vs Bhayangkara FC ini menjadi pelajaran besar bagi pemain yang bersangkutan agar mampu mengevaluasi diri dan mengontrol emosi di masa depan.

"Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto," pungkasnya. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya