Ricuh Dewa United vs Bhayangkara FC U20, PSSI Siapkan Hukuman Berat

Khoerun Nadif Rahmat
20/4/2026 15:03
Ricuh Dewa United vs Bhayangkara FC U20, PSSI Siapkan Hukuman Berat
Tendangan Kungfu pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto ke arah pemain Dewa United U-20.(Dok. YouTube)

LAGA Dewa United vs Bhayangkara FC dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) U20 berubah jadi sorotan tajam setelah terjadi insiden kekerasan yang mencoreng sportivitas, Minggu (19/4).

Kericuhan melibatkan sejumlah pemain hingga staf Bhayangkara FC U-20, termasuk aksi brutal yang disebut sebagai “tendangan kungfu” ke arah pemain Dewa United U20.

Menanggapi kejadian ini, PSSI langsung bereaksi cepat. Federasi memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam insiden laga Dewa United vs Bhayangkara FC akan mendapat hukuman tegas tanpa kompromi.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Komite Disiplin (Komdis) dan akan diproses sebagai prioritas utama.

“PSSI telah menerima laporan pertandingan Dewa United vs Bhayangkara FC di EPA U20. Kami langsung meneruskan ke Komdis untuk ditindak dengan sanksi seberat-beratnya,” tegas Yunus, Senin (20/4).

PSSI menilai kejadian ini sebagai pelanggaran serius terhadap nilai fair play, khususnya di level usia muda yang seharusnya menjadi fondasi pembinaan sepak bola nasional.

Tak hanya pemain, staf pelatih Bhayangkara FC U20 juga ikut disorot, memperbesar potensi hukuman yang bisa dijatuhkan.
Salah satu momen paling disorot adalah aksi Fadly Alberto, mantan pemain Timnas Indonesia U-17, yang tertangkap kamera melakukan tendangan keras ke arah punggung pemain Dewa United.

Jika terbukti bersalah, ancaman sanksi berat bahkan hingga larangan beraktivitas seumur hidup di sepak bola bukan hal yang mustahil.
Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI tidak akan mentolerir tindakan anarkis dalam pertandingan, termasuk dalam laga panas seperti Dewa United vs Bhayangkara FC.

Di sisi lain, PSSI juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan. Ada dugaan kelalaian wasit dalam mengendalikan jalannya laga hingga situasi memanas.

Yunus pun meminta Ketua Komite Wasit, Yoshimi Ogawa, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami juga melihat adanya kelalaian perangkat pertandingan. Ini akan menjadi perhatian serius untuk dilakukan evaluasi, edukasi, hingga sanksi jika terbukti lalai,” tutupnya. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya