Chelsea Kalah dari MU, Liam Rosenior: Harusnya Mustahil Mereka Menang

Thalatie K Yani
19/4/2026 06:40
Chelsea Kalah dari MU, Liam Rosenior: Harusnya Mustahil Mereka Menang
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menyebut kekalahan 0-1 dari MU di Stamford Bridge sangat sulit diterima. Chelsea dominan, namun gagal cetak gol meski tiga kali kena tiang.(Chelsea)

PELATIH Chelsea, Liam Rosenior, mengaku sangat terpukul setelah timnya dipaksa menyerah 0-1 dari Manchester United di Stamford Bridge, Sabtu malam. Meski mendominasi sepanjang laga dan menciptakan segudang peluang, The Blues harus merelakan poin penuh jatuh ke tangan tim tamu.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi total Chelsea dengan penguasaan bola mencapai 60 persen dan melepaskan 21 tembakan. Sebaliknya, Manchester United tampil sangat efektif dengan hanya mencatatkan empat tembakan sepanjang pertandingan.

Drama Tiang Gawang dan Cedera

Chelsea sejatinya tampil menekan sejak sepak mula. Pemain muda Estevao Willian nyaris membawa tuan rumah unggul, namun sepakannya hanya menyerempet tiang gawang sebelum akhirnya ia harus ditarik keluar akibat cedera. Tak lama berselang, peluang emas dari Enzo Fernandez di dalam kotak penalti juga masih gagal membuahkan hasil.

Momen krusial terjadi tepat sebelum turun minum. Saat Wesley Fofana sedang menjalani perawatan di pinggir lapangan dan Chelsea bermain dengan 10 orang, Manchester United berhasil mencuri gol melalui Matheus Cunha. Gol tunggal ini menjadi pembeda hingga peluit panjang berbunyi.

Di babak kedua, ketidakberuntungan Chelsea berlanjut. Sundulan Liam Delap dan Wesley Fofana secara bergantian menghantam mistar gawang. Upaya tendangan jarak jauh Moises Caicedo pun hanya melenceng tipis dari sasaran.

Reaksi Liam Rosenior

Dalam konferensi pers usai laga, Liam Rosenior tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil yang dianggapnya tidak adil tersebut.

"Ini adalah hasil yang sangat sulit untuk diterima. Mereka melepaskan satu tembakan ke gawang kami saat kami bermain dengan sepuluh orang karena cedera, dan mereka mencetak gol," ujar Rosenior.

Ia menambahkan bahwa Chelsea terus melancarkan gelombang serangan, namun gagal memanfaatkan momen-momen krusial di depan gawang.

"Apa yang tidak boleh kami lakukan adalah terjebak dalam siklus di mana kami merasa ini bukan hari kami, atau merasa kasihan pada diri sendiri. Kami harus terus bekerja dan membalikkan keadaan ini," tegasnya.

Fokus pada Proses

Meski kalah, Rosenior tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Ia percaya bahwa jika tim tetap konsisten dengan cara bermain seperti itu, kemenangan akan segera datang.

"Orang-orang mungkin tidak mau mendengar saya mengatakan betapa bagusnya kami bermain namun tidak menang. Kami di sini untuk menang. Namun, kenyataannya Manchester United datang ke sini, melepaskan satu tembakan ke gawang kami saat kami [sementara] bermain dengan sepuluh orang dan memenangkan laga 1-0, yang mana seharusnya itu hampir mustahil terjadi," tutupnya.

Hasil ini menjadi catatan penting bagi Chelsea untuk segera membenahi penyelesaian akhir mereka jelang laga-laga berikutnya di Liga Inggris. (Chelsea/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya