Oliver Glasner Bangga Meski Palace Tumbang di Anfield: Kami Hanya Kalah Efisiensi

Thalatie K Yani
26/4/2026 09:15
Oliver Glasner Bangga Meski Palace Tumbang di Anfield: Kami Hanya Kalah Efisiensi
Meski kalah 3-1 dari Liverpool, manajer Crystal Palace Oliver Glasner menyebut ini performa terbaik timnya di Anfield. (Crystal Palace)

MANAJER Crystal Palace, Oliver Glasner, menegaskan timnya tetap memetik kepercayaan diri tinggi meski baru saja menelan kekalahan 3-1 dari tuan rumah Liverpool dalam lanjutan Liga Premier di Anfield. Menurut Glasner, performa The Eagles dalam laga tersebut merupakan salah satu penampilan terbaik yang pernah mereka tunjukkan di markas Liverpool.

Crystal Palace sejatinya tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang emas sejak awal laga. Namun, efektivitas tuan rumah menjadi pembeda. Liverpool berhasil unggul 2-0 di babak pertama melalui dua tembakan tepat sasaran pertama mereka yang dilesakkan oleh Alexander Isak dan Andy Robertson.

Faktor Efisiensi dan Performa Kiper Lawan

Glasner menyoroti hasil akhir pertandingan ini lebih ditentukan oleh ketajaman penyelesaian akhir kedua tim di depan gawang. "Perbedaannya adalah efisiensi. Liverpool sangat klinis, sementara kami tidak," ujar Glasner dalam wawancaranya bersama Sky Sports.

Selain efisiensi, pelatih asal Austria tersebut juga memberikan pujian kepada kiper ketiga Liverpool, Freddie Woodman, yang tampil gemilang di bawah mistar gawang.

"Kiper Liverpool [Freddie Woodman] menjalani hari terbaik dalam hidupnya, jadi selamat untuknya. Kami terus percaya hingga akhir. Ini hal yang sangat positif dan akan kami bawa ke pekan-pekan terakhir musim ini," tambahnya.

Pantang Menyerah dan Gol Kontroversial Muñoz

Meski tertinggal dua gol, Palace menolak untuk menyerah. Harapan sempat muncul ketika Daniel Muñoz mencetak gol dari luar kotak penalti saat laga menyisakan 20 menit. Gol ini memicu kontroversi karena Muñoz menceploskan bola saat kiper Woodman sedang tergeletak akibat cedera ringan. Namun, wasit tetap mengesahkan gol tersebut karena menilai insiden itu bukan cedera kepala.

Mengenai insiden tersebut, Glasner menilai keputusan wasit sudah tepat. "Itu situasi yang sulit karena dia [Woodman] melakukan penyelamatan besar tapi bola jatuh ke Muñoz. Segalanya berjalan sangat cepat. Dia bisa melanjutkan pertandingan hingga akhir, itulah mengapa kami pikir itu keputusan yang tepat. Saya pikir itu tidak masalah," jelas Glasner.

Modal Kepercayaan Diri

Palace nyaris menyamakan kedudukan melalui Jørgen Strand Larsen, namun bola hanya membentur tiang gawang. Harapan tim tamu akhirnya pupus di detik-detik terakhir setelah Florian Wirtz mencetak gol ketiga Liverpool.

Kendati pulang tanpa poin, Glasner tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya yang tidak mengendurkan intensitas meski memiliki jadwal semifinal Conference League di depan mata.

"Saya katakan kepada mereka bahwa menurut saya ini adalah performa terbaik kami di sini melawan Liverpool. Kami sangat kompetitif hari ini. Performa ini akan memberi kami banyak kepercayaan diri untuk sisa musim ini," pungkasnya. (Crystal Palace/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya