Chelsea Hancur di Tangan Brighton, Liam Rosenior Sebut Pemain Tak Punya Nyali

Thalatie K Yani
22/4/2026 05:38
Chelsea Hancur di Tangan Brighton, Liam Rosenior Sebut Pemain Tak Punya Nyali
Liam Rosenior murka dan menyebut performa timnya 'tidak bisa dibela'.(Chelsea)

AWAN mendung semakin pekat menyelimuti Stamford Bridge. Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, meluapkan kemarahannya setelah timnya takluk 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Amex Stadium, Selasa (21/4/2026) malam. Kekalahan ini memicu gelombang protes dari pendukung sendiri yang mulai menyuarakan desakan mundur bagi sang manajer.

Performa The Blues kali ini dianggap sangat mengkhawatirkan. Chelsea baru mampu melepaskan tembakan pertama ke arah gawang pada menit ke-40 dan sering melakukan kesalahan fatal di lini pertahanan. Hasil buruk ini memperpanjang rekor kelam klub dengan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun, catatan terburuk mereka sejak 1912.

Kekecewaan Mendalam Rosenior

Di hadapan salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali, serta jajaran direktur olahraga, Rosenior tidak menutupi rasa frustrasinya. Ia menyebut penampilan anak asuhnya sebagai sesuatu yang memalukan bagi klub sekelas Chelsea.

"Itu tidak bisa diterima dalam setiap aspek permainan, tidak bisa diterima dalam sikap kami. Saya terus keluar dan membela para pemain, tapi performa malam ini tidak bisa dibela," tegas Rosenior dalam sesi wawancara usai laga.

Rosenior menyoroti hilangnya dasar-dasar permainan dari para pemainnya. Menurutnya, taktik menjadi tidak relevan ketika pemain kehilangan keberanian untuk berduel fisik dan memenangkan perebutan bola.

"Cara kami kebobolan, jumlah duel yang kalah, kurangnya intensitas dalam tim. Sesuatu harus berubah drastis sekarang juga. Para pemain perlu berkaca pada apa yang mereka berikan di lapangan," tambahnya dengan nada getir.

Masa Depan di Ujung Tanduk

Kekalahan ini membuat ambisi Chelsea untuk menembus zona Liga Champions hampir mustahil. Saat ini, mereka terpaut tujuh poin dari Liverpool di peringkat kelima, dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak. Tekanan kini tertuju langsung pada masa depan Rosenior di kursi kepelatihan.

Meski begitu, Rosenior membantah adanya keretakan hubungan dengan para pemain. Ia menilai masalah utama terletak pada krisis kepercayaan diri dan semangat juang yang tampak menghilang dari skuat.

"Saya merasa mati rasa karena sangat marah. Profesionalisme itu tidak ada. Kami perlu berkaca. Sikap umum, semangat, dan tekad itu kurang. Bagi klub elit ini, dituduh menyerah adalah hal yang tidak bisa diterima. Saya terluka," pungkasnya.

Chelsea kini memiliki satu kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim mereka dalam laga semifinal FA Cup melawan Leeds United di Wembley, Minggu besok. Pertandingan tersebut diprediksi akan menjadi penentu nasib Rosenior di London Barat. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya