Rekor Kelam Chelsea: Kalah Lima Laga Beruntun tanpa Gol, Liam Rosenior Murka

Dhika Kusuma Winata
22/4/2026 08:21
Rekor Kelam Chelsea: Kalah Lima Laga Beruntun tanpa Gol, Liam Rosenior Murka
Brighton vs Chelsea.(Official Brighton & Hove Albion FC)

KRISIS di tubuh Chelsea semakin mencapai titik nadir. Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Stadion Amex pada Rabu (22/4) dini hari WIB, menjadi catatan sejarah kelam yang memalukan bagi klub asal London Barat tersebut.

Hasil minor ini membuat The Blues menelan lima kekalahan beruntun di Liga Primer tanpa mampu mencetak satu gol pun. Statistik mengerikan ini merupakan pengulangan sejarah kelam yang terakhir kali dialami klub pada 114 tahun silam, tepatnya pada 1912.

Dominasi Total Brighton

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Brighton tampil sangat dominan. Tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dilesakkan oleh Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan penyerang veteran Danny Welbeck. Kemenangan ini membawa The Seagulls meroket ke peringkat keenam klasemen sementara, sekaligus membuka lebar peluang mereka menuju kompetisi Eropa musim depan.

Sebaliknya, Chelsea kian terpuruk di posisi ketujuh. Skuad asuhan Liam Rosenior kini tertinggal tujuh poin dari zona Liga Champions, target yang tampak semakin mustahil diraih melihat performa tim saat ini.

Statistik Pertandingan Brighton Chelsea
Skor Akhir 3 0
Pencetak Gol Kadioglu, Hinshelwood, Welbeck -
Status Klasemen Peringkat 6 Peringkat 7

Kemarahan Liam Rosenior

Performa Chelsea menunjukkan keretakan serius dengan catatan tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir di semua ajang. Sang manajer, Liam Rosenior, tidak lagi bisa menahan kekecewaannya. Dalam konferensi pers usai laga, ia secara terbuka menyerang mentalitas anak asuhnya.

"Saya sudah pernah membela para pemain, tetapi untuk pertandingan ini saya tidak bisa. Ini tidak mencerminkan klub ini dan tidak sesuai dengan tuntutan saya. Ini bukan soal taktik, tetapi soal hasrat, semangat, dan keberanian. Penampilan ini tidak bisa diterima," tegas Rosenior.

Kondisi internal tim pun dikabarkan mulai memanas. Di saat Rosenior mempertanyakan komitmen pemain, bek Trevoh Chalobah justru memberikan pembelaan. Ia membantah anggapan bahwa pemain tidak memberikan upaya maksimal.

"Menurut saya, kami sudah bekerja sangat keras. Semua pemain kelelahan. Ini bukan soal usaha. Kami sudah memberikan segalanya. Hanya, kami kalah. Kami harus tetap positif," ujar Chalobah mencoba meredam suasana toxic yang mulai menyelimuti klub.

Nasib di Ujung Tanduk

Tekanan suporter kini berada di titik puncak, dengan seruan pemecatan pelatih yang terdengar lantang di Stadion Amex. Chelsea kini menghadapi risiko nyata gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan jika tren negatif ini terus berlanjut.

Laga krusial menanti di akhir pekan ini. Chelsea akan menghadapi Leeds United dalam babak semifinal Piala FA di Stadion Wembley. Pertandingan tersebut diprediksi akan menjadi laga penghakiman bagi masa depan Liam Rosenior di kursi kepelatihan The Blues. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya