Pemerintah Didorong Ambil Diplomasi Tegas Soal Hasil Investigasi PBB

M Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2026 19:41
Pemerintah Didorong Ambil Diplomasi Tegas Soal Hasil Investigasi PBB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) bersama Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025( ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)

KOMISI I DPR RI mendorong pemerintah segera mengambil langkah diplomasi tegas menyusul gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon. Insiden yang melibatkan tank Israel itu, berdasarkan hasil investigasi PBB, dinilai bukan hanya menjadi duka bagi keluarga besar TNI, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan, Indonesia memiliki posisi kuat untuk menuntut kejelasan atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kontribusi aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia menjadi dasar moral sekaligus politik untuk meminta pertanggungjawaban.

"Kami menegaskan bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah diplomasi yang tegas dan terukur, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, untuk memastikan adanya akuntabilitas dan keadilan atas insiden tersebut," ujar Dave saat dihubungi, Rabu (8/4). 

Ia menambahkan, Indonesia berhak menuntut klarifikasi serta jaminan perlindungan bagi setiap personel yang bertugas di bawah bendera internasional. Hal ini penting mengingat peran Indonesia yang konsisten dalam mendukung misi perdamaian PBB.

Dalam fungsi pengawasan, imbuh Dave, Komisi I DPR juga mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian, terutama antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan. Langkah ini dinilai krusial agar upaya diplomasi berjalan efektif sekaligus menjaga kepentingan nasional.

Selain itu, Dave menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan bagi prajurit TNI yang bertugas di luar negeri. 

"Kami juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan hukum dan operasional bagi pasukan TNI yang bertugas di luar negeri, sehingga setiap prajurit dapat menjalankan misi dengan rasa aman dan terlindungi," kata dia. 

Komisi I DPR memandang tragedi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan diplomasi internasional. Di tengah duka, DPR melihat pengorbanan prajurit TNI sebagai pijakan untuk mendorong tatanan global yang lebih adil.

"Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, kami yakin bahwa pengorbanan prajurit TNI tidak akan sia-sia, melainkan menjadi pijakan bagi terciptanya tatanan global yang lebih adil, damai, dan manusiawi," pungkas Dave. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya