Prabowo Soroti Posisi Strategis Indonesia di tengah Prahara Selat Hormuz

M Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2026 15:46
Prabowo Soroti Posisi Strategis Indonesia di tengah Prahara Selat Hormuz
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).(YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti posisi krusial Indonesia dalam peta energi dan perdagangan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. 

Dalam arahannya pada Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), ia mengingatkan bahwa jalur laut Indonesia menjadi penopang utama pergerakan energi dunia.

Menurut Prabowo, konflik di Timur Tengah menjadi bukti nyata betapa satu titik sempit dapat memengaruhi banyak negara. "Sekarang perang di Timur Tengah itu membuktikan, satu selat, satu Selat Hormuz, itu menentukan hidupnya banyak bangsa, menentukan harga minyak, satu selat. 33 mile, 60 km yang sekarang kuncinya Hormuz itu dipegang oleh satu negara," ujarnya.

Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan posisi Indonesia yang menguasai sejumlah jalur pelayaran vital. Prabowo menilai, banyak pihak belum sepenuhnya menyadari peran strategis tersebut, termasuk di dalam negeri.

"Tapi, sadar kah kita, sadar kah kita, bahwa 70% kebutuhan energinya Asia Timur, 70% energi dan 70% perdagangan lewat laut-laut Indonesia. Sadar kah kita? Bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar, dan sebagainya, itu laut Indonesia, sadar kah kita? Sadar kah kita betapa pentingnya Indonesia? Sadar kah kita betapa kuncinya Indonesia, 70% energi, Jepang, Korea, Thailand, Tiongkok, Filipina. Jadi, kita harus mengerti, bahwa kita selalu jadi perhatian dunia," tutur Prabowo. 

Dalam konteks itu, dia menilai pemerintah harus mampu mengelola posisi strategis tersebut dengan kepemimpinan yang solid dan terarah. Ia menekankan pentingnya pengendalian negara yang efektif di tengah dinamika global yang tidak menentu.

"Maksud dan tujuan saya pengarahan ini adalah karena pentingnya peran kita, makanya kita juga harus memimpin bangsa ini, mengendalikan bangsa ini dengan baik, tepat, dan dengan andal," kata Prabowo. 

Meski situasi global diwarnai krisis, terutama terkait pasokan energi, Prabowo menyebut hasil kajian pemerintah menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.

"Beberapa hari yang lalu, melalui rapat-rapat, menghadapi kondisi global yang penuh krisis, yang mengakibatkan supply energi menjadi masalah, ternyata kita setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat," pungkasnya. (Mir/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya