Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengutuk keras serangan artileri Israel menghantam pangkalan yang menampung pasukan Indonesia di distrik Marjayoun di Libanon Selatan yang mengakibatkan seorang prajurit TNI meninggal dan sejumlah personel luka-luka.
"Kami mengutuk keras serangan markas pasukan perdamaian Indonesia di Libanon oleh Israel. Ini adalah kejahatan kemanusiaan sekaligus menjadi ancaman serius ditengah upaya rekonsiliasi atas konflik yang semakin memanas di Timur Tengah," ujar Inisiator dan Ketua Umum GKB-NU Hery Haryanto Azumi kepada media di Jakarta, Senin (30/3).
Atas insiden itu GKB-NU meminta Prabowo fokus kepada perjuangan mewujudkan Palestina Merdeka dengan wilayah yang konkret dan pemerintahan yang efektif.
Sebelumnya GKB-NU, terang Hery memandang Indonesia sebagai middle power bersama negara-negara Selatan seperti Brasil, India dan Afrika Selatan berpeluang untuk menegosiasikan masa depan dunia untuk untuk berdiri menyalakan obor eksistensi dan kepemimpinan Global South.
“Presiden Prabowo dengan begitu banyak tantangan di dalam negeri dan luar negeri pasca bergabung ke dalam BRICS dan BoP, memiliki kesempatan untuk memperbesar pole Global South ini mengingat reputasi historis dalam Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok," terangnya.
“Tentunya, misi Global South bukan seperti Iran yang bertekad menghapuskan eksistensi suatu negara seperti Israel atau seperti Israel yang bersikukuh tidak menerima Negara Palestina, tetapi lebih untuk mengembalikan keseimbangan dunia yang lebih setara, menegosiasikan perdamaian dan keadilan, dan membangun sistem dunia multipolar yang menjamin dunia baru yang lebih manusiawi," pungkas Hery.
Sebagai informasi Kantor Berita Nasional Libanon melaporkan penembakan tersebut menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran baru tentang keselamatan pasukan internasional di tengah meningkatnya ketegangan lintas batas di wilayah itu. (E-4)
Seskab Teddy Indra Wijaya memastikan pemerintah tidak akan menarik pasukan TNI dari misi UNIFIL di Libanon meski tengah dilakukan evaluasi pasca-gugurnya tiga prajurit.
Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan belum ada keputusan penarikan TNI dari UNIFIL Lebanon pasca-insiden yang menewaskan 3 prajurit. Simak evaluasi lengkapnya.
PBB protes keras tindakan tentara Israel yang menghancurkan kamera pengawas di markas UNIFIL Naqoura. Simak kondisi terbaru prajurit TNI yang terluka di Libanon Selatan.
Presiden Prabowo Subianto mengecam keras serangan yang menewaskan 3 prajurit TNI di Lebanon. Simak penghormatan terakhir dan komitmen pemerintah bagi Pasukan Garuda.
Presiden ke-6 RI SBY mendesak PBB segera menghentikan misi UNIFIL atau merelokasi pasukan usai gugurnya 3 prajurit TNI. Simak analisis SBY soal kondisi "War Zone" di Libanon.
Indonesia mengecam ledakan yang melukai 3 prajurit UNIFIL di Libanon, mendesak PBB segera bertindak dan melakukan investigasi transparan atas insiden berulang.
KEMATIAN prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon memunculkan perdebatan mengenai efektivitas evaluasi yang selama ini dilakukan pemerintah.
KEMATIAN prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon dinilai tak serta merta menjadi titik untuk menarik pasukan.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut merupakan bagian dari komitmen global yang kuat dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan Israel di wilayah selatan Libanon yang dinilai meningkatkan risiko keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil awal investigasi terkait insiden pada 29 dan 30 Maret yang menewaskan tiga prajurit TNI SAAT bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL.
Indonesia Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat, Pakar Soroti Tantangan Investigasi Serangan UNIFIL
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved