Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Februari 2004, sejarah mencatat langkah diplomasi penting Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, saat menginjakkan kaki di Teheran, Iran. Kunjungan ini menjadi salah satu tonggak penguatan hubungan bilateral kedua negara yang berakar pada semangat solidaritas negara-negara berkembang.
Kunjungan resmi Megawati ke Teheran utamanya adalah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 Developing-8 (D-8). Forum ini merupakan wadah kerja sama ekonomi bagi delapan negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim. Dalam pidatonya, Megawati mendorong negara-negara anggota untuk memperkuat konektivitas perdagangan guna mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global yang seringkali tidak berpihak pada negara berkembang.
Salah satu poin krusial dalam lawatan ini adalah pertemuan Megawati dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan. Khamenei secara terbuka mengagumi sosok Bung Karno, ayah Megawati, yang dianggap sebagai arsitek Gerakan Non-Blok dan inspirator bagi bangsa-bangsa yang memperjuangkan kedaulatannya.
Megawati mengenang pertemuan tersebut sebagai momen "karisma kepemimpinan" Khamenei terpancar sangat kuat. Dalam dialog tersebut, kedua tokoh membahas pentingnya keadilan sosial global dan penolakan terhadap segala bentuk imperialisme modern.
| Agenda | Detail Kegiatan |
|---|---|
| Multilateral | Menghadiri KTT D-8 ke-4, fokus pada kemandirian ekonomi. |
| Bilateral | Pertemuan dengan Presiden Mohammad Khatami membahas perdagangan. |
| Ideologis | Audiensi dengan Ayatullah Ali Khamenei di kediamannya. |
| Promosi Budaya | Mengundang Iran dalam peringatan 50 Tahun KAA di Bandung (2005). |
Kunjungan Megawati Soekarnoputri ke Teheran pada tahun 2004 membuktikan bahwa diplomasi Indonesia mampu berdiri tegak di antara berbagai kepentingan global. Dengan membawa warisan pemikiran Soekarno, Megawati berhasil merajut kembali kedekatan emosional dengan Iran yang tetap relevan hingga dekade-dekade berikutnya. (E-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved