Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai bencana banjir dan longsor di Sumatra yang telah merenggut lebih dari 600 jiwa bukan sekadar akibat cuaca ekstrem, melainkan kegagalan pemerintah mengendalikan kerusakan ekologis. Ia menegaskan, situasi ini merupakan dampak langsung dari praktik industri ekstraktif yang terus meluas tanpa pengawasan ketat.
*Kami berbelasungkawa sedalam-dalamnya bagi korban banjir Sumatra. Ini jelas bencana ekologis akibat kebijakan industri ekstraktif pemerintah sendiri. Pemerintah harus berhenti menyalahkan cuaca ekstrim sebagai penyebab banjir dan longsor. Faktanya deforestasi di wilayah Sumatra memang tinggi," ujar Usman melalui keterangannya, Selasa (2/12).
Merujuk laporan lembaga lingkungan, Usman menjelaskan, wilayah terdampak banjir dan longsor telah mengalami tekanan berlebihan dari aktivitas industri. WALHI mencatat adanya 631 perusahaan pemegang izin tambang, perkebunan sawit, PBPH, hingga proyek energi di tiga provinsi yang kini porak-poranda.
Amnesty sendiri, dalam laporannya pada 2016, menemukan perluasan perkebunan sawit dilakukan dengan menggunduli hutan dan memicu kerusakan habitat satwa penting seperti orangutan dan harimau Sumatra.
Ia mendesak pemerintah menetapkan status darurat nasional agar upaya penyelamatan lebih maksimal. "Kami mempertanyakan keengganan menerapkan status darurat. Apa karena takut asing seperti retorika selama ini?" kata Usman.
Dia menekankan bahwa sikap anti-asing yang digunakan pemerintah sering kali menutupi keterlibatan pihak luar dalam proyek yang memperburuk kondisi ekologis di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, asing yang harus ditakuti adalah asing yang merusak hutan, bukan asing yang justru ingin menolong manusia.
Usman menekankan, tragedi ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan negara harus selaras dengan prinsip HAM dan perlindungan lingkungan hidup. Ia menilai peringatan para pemerhati lingkungan telah lama diabaikan, terutama terkait meningkatnya bahaya deforestasi.
Ia juga menyatakan bencana besar ini tidak lepas dari krisis iklim yang dipicu manusia. Masyarakat terdampak justru tidak berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, namun menjadi pihak yang harus membayar mahal lambatnya upaya mitigasi perubahan iklim. Situasi ini, jelasnya, membutuhkan peta jalan keadilan iklim yang mengedepankan hak asasi manusia.
"Indonesia harus menghentikan pembabatan hutan. Legal atau ilegal hanya status formal yang tidak boleh mengabaikan pembabatan hutan, hak asasi manusia, dan juga hak hidup para satwa Indonesia yang indah dan beraneka ragam," tutur Usman.
Data resmi menunjukkan skala kerusakan dan dampaknya sangat luas. BNPB melaporkan korban meninggal mencapai 604 orang hingga 1 Desember 2025. Sementara itu, Celios mencatat kerugian ekonomi akibat bencana ekologis di Sumatra mencapai Rp68,6 triliun.
Tragedi ini, menurut Usman, harus menjadi titik balik bagi negara dalam menata ulang kebijakan lingkungan, menghentikan praktik destruktif, dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. (E-3)
KABAR kemunculan satwa langka di berbagai wilayah belakangan ini kerap disambut sebagai pertanda ekosistem yang mulai pulih, padahal bisa jadi sebaliknya.
Jikalahari menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan sumber daya alam (SDA) di Sumatra merupakan koreksi awal penggunaan hutan yang mengesampingkan lingkungan
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved