Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kekuatan dan kearifan budaya sudah sepantasnya dijadikan faktor utama yang harus diperhatikan buat kandidat pemimpin Indonesia ke depan. Untuk mengukur keberpihakan calon pemimpin yang peduli pada kebudayaan seharusnya bukan lagi pada tataran gagasan tetapi sudah masuk pada implementasi yang bersifat kebijakan maupun praktik.
Baca juga : Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Siapkan Lebih dari Satu Skema Bansos
"Saya melihat Muhadjir Effendy memiliki perhatian serius buat kemajuan kebudayaan Indonesia," kata Adisurya Abdy, inisiator Pendopo Gerakan Kebudayaan, dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin (29/5).
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Adisurya mengatakan, sosok Muhadjir Effendy memiliki peran strategis bagi pengembangan kebudayaan. Dia menilai stimulasi kebijakan bagi pengembangan kebudayaan sudah dilakukan. "Indonesia lima tahun ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang pro pada penguatan kebudayaan," ujar pria kelahiran Medan ini.
Baca juga : Adisurya Abdy Zaman Kolonial yang Kekinian
Adisurya sepakat jika sosok Muhadjir Effendy dijadikan menjadi paket bagi calon wakil presiden RI. Selain menaruh perhatian yang besar pada penguatan kebudayaan, kata dia, sosok Muhadjir Effendy bisa menjadi penyeimbang atas dinamika yang bakal terjadi. "Siapapun kandidat calon presidennya, kami menilai Pak Menko Muhadjir Effendy memiliki kompetensi untuk dijadikan pendamping presiden," katanya.
Latar belakang Muhadjir Efrendy sebagai akademisi dan kader ormas Islam terbesar di Indonesia, menurut Adisurya, jadi faktor pendukung yang tak boleh diabaikan. "Sosok Muhadjir Effendy menjadi paket komplit yang layak dijadikan sebagai bakal calon wakil presiden. Ditambah lagi beliau sudah memiliki pengalaman di ranah eksekutif. Artinya beliau sangat paham terhadap tantangan Indonesia lima tahun ke depan," ujar sutradara film Sara & Fei: Stadhuis Schandaal. (B-4)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved