Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah tersangka baru terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, penetapan tersangka baru ini merupakan pengembangan dari fakta persidangan dan fakta hukum dalam persidangan eks Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa, di PN Tipikor Ambon.
"KPK menyimpulkan, berdasarkan kecukupan alat bukti kami menetapkan tersangka lain sebagai pemberi suap terkait dengan pelaksanaan beberapa proyek di Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku," ujar Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (17/3).
Baca juga: JPU Sebut Eks Bupati Buru Selatan Terima Suap Rp23,2 Miliar
Namun demikian, Ali belum dapat mengungkapkan identitas, jumlah suap dan konstruksi perkaranya. Dia menyebut akan segera membeberkan semuanya setelah penyidikan yang tengah berjalan telah dinyatakan cukup.
"Saat ini kami belum bisa menyampaikan identitas dari tersangka dimaksud. Nanti ketika proses penyidikan yang sedang berjalan ini cukup, kami akan segera umumkan kepada masyarakat siapa yang telah kami tetapkan sebagai tersangka tersebut, termasuk konstruksi perkara dan pasal-pasalnya," jelas Ali.
Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan Eks Bupati Buru Selatan
Selain menetapkan tersangka pemberi suap, KPK juga menjerat pihak yang diduga merintangi proses penyidikan perkara suap Tagop Sudarsono Soulisa. Ali belum membeberkan siapa yang dijerat tersangka tersebut.
"Di samping menetapkan satu pemberi suap dalam perkara Bupati Buru Selatan. KPK juga berdasarkan cukup alat bukti menetapkan pihak lain dalam dugaan perintangan penyidikan," ujar Ali.
"Bukti itu secara langsung maupun tidak langsung di antaranya memanipulasi dan mengkondisikan keterangan saksi-saksi, termasuk membuat dokumen fiktif dalam rangka menguburkan dugaan perbuatan tersangka TSS (Tagop) saat itu," terangnya.
Adapun dapat diketahui, dalam kasus suap di Buru Selatan ini, Tagop sudah menjalani sidang dan divonis 6 tahun penjara. Dia terbukti menerima suap dan gratifikasi selama menjabat Bupati Bursel pada 2011-2021.
Eks Bupati Buru Selatan disebut menerima suap Rp400 juta melalui anak buahnya, Johnny Reynhard Kasman yang kemudian turut divonis 4 tahun.
Suap tersebut diterima dari Ivana Kwelju selaku Direktur Utama PT. Vidi Citra Kencana dan Liem Sin Tiong. Tujuannya, agar Tagop selaku Bupati Buru Selatan mengarahkan pemenangan proyek ke perusahaan milik Ivana. Ivana sendiri sudah dieksekusi KPK. Dia divonis 1,8 tahun oleh Majelis Hakim Tipikor Ambon. Dia terbukti menyuap Tagop. (Rif/Z-7)
"Telah selesai melaksanakan eksekusi badan dari terpidana Liem Sin Tiong alias Tiong dengan memasukkannya ke Lapas Klas IIA Ambon," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri.
Riadi mengajar anak-anak Hote membaca dan mengaji. Dia juga menyiapkan musala, tempat mengaji dan membuka perpustakaan.
Hingga saat ini progres pembangunan Bendungan Way Apu baru 42,36%.
Uang hasil gratifikasi itu dikelola oleh pihak swasta Johny Ryndard Kasman
Uang itu dimaksud untuk membantu Direktur Utama PT Vidi Citra Kencana Ivana Kwelju agar perusahaannya mendapatkan proyek.
CPIB Singapura melaporkan penurunan kasus korupsi pada 2025. Sektor swasta mendominasi tuntutan, sementara integritas sektor publik tetap tinggi.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Badan Musyawarah Kekeluargaan Jambi.
Sidang tuntutan dalam kasus dugaan korupsi impor produk kilang atau bahan bakar minyak (BBM) serta penjualan solar nonsubsidi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
berdasarkan putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki mandat konstitusional untuk menghitung kerugian negara.
KPK menilai praktik korupsi di Indonesia kini berkembang layaknya sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak, seiring munculnya fenomena yang disebut sebagai sirkel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved