Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada para menterinya untuk tidak lagi membahas hal-hal terkait penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4).?
Menanggapi hal itu, Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Agus Riewanto membeberkan, pernyataan kepala negara itu patut diapresiasi. Mengingat pernyataan Jokowi kali ini jauh lebih tegas ketimbang pernyataan sebelumnya.
“Pernyataan hari ini meminta para Menteri untuk tidak membahas terkait itu. Artinya secara konkret persoalan itu dilupakan saja, karena kita juga sedang dalam masa kritis-kritis, jadi jangan fokus ke masalah (penundaan pemilu) itu,” ungkap Agus kepada Media Indonesia, Rabu (6/4).
Namun, menurut Agus, masalah utamanya dalam hal penundaan pemilu dan wacana tiga periode ini bukanlah kehendak Presiden. Namun, lebih kepada kehendak elit partai dan para politisi.
“Pernyataan Jokowi ini baru pada menterinya, sementara yang inisiasi para politisi, seperti Muhaimin Iskandar, atau Zulkifli Hasan, mereka representatif partainya masing-masing,” tuturnya.
“Kalau pernyataan Jokowi kepada para politisi itu tidak diperkenankan. Karena bukan hak Jokowi, karena Jokowi bekerja pada menteri bukan partai,” tambahnya.
Baca juga :Moeldoko: Tiga Periode Isu Gorengan tidak Berkualitas
Artinya, Agus menyarankan anggota parlemen yang bertugas juga membuka suara agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan berlebih dari masyarakat soal wacana tunda pemilu ini.
Agus mempertanyakan sikap parlemen, apakah sama dengan apa yang ada dalam benak Jokowi. Jika beda, tentu akan jadi masalah baru.
“Kalau tidak nyambung ini tentu jadi masalah, dan masih ada kepentingan sepihak dari parlemen untuk penundaan pemilu. Karena bagi mereka, ingin memperpanjang masa jabatan mereka juga,” ujarnya.
Agus pun meminta agar Jokowi beserta jajaran parlemen juga memberi pernyataan lebih tegas terkait penolakan adanya wacana penundaan pemilu dan tiga periode Jokowi.
“Mudah-mudahan apa ucapan Jokowi ini dengan kesungguhan, bahwa ia tak ingin menunda pemilu itu menjadi kenyataan,” papar Agus.
Namun sejatinya, kata Agus, publik secara umum tentu masih meragukan pihak partai-partai, apakah punya sikap yang sama dengan pernyataan Jokowi atau masih berhasrat untuk menunda pemilu 2024 nanti. (OL-7)
Ketua KPD Miftahul Arifin menjelaskan bahwa putusan tersebut sudah memberikan garis yang jelas mengenai batasan penerapan ambang batas parlemen.
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan praktik tersebut membuka celah manipulasi hasil elektoral oleh pihak-pihak tertentu.
WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengusulkan formula terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
KPK usulkan 5 poin perbaikan pemilu 2026 untuk cegah korupsi elektoral, mulai dari pembatasan uang tunai kampanye hingga penerapan rekapitulasi suara elektronik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pergantian pemerintah bisa dilakukan secara damai melalui pemilu maupun impeachment sesuai mekanisme konstitusi.
Ini menanggapi dinamika pasang surut hubungan Presiden Jokowi dengan Presiden ke-5 RI tersebut, hingga dikabarkan merenggang setelah berbeda pilihan.
Internal Partai PDI Perjuangan (PDIP) disebut dalam kondisi bersitegang. Ada pihak yang tidak suka dengan keberadaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sebalikn
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan sosok pak lurah yang meminta tiga periode masa jabatan presiden.
Adian Napitupulu, mengungkapkan sumber masalah yang menyebabkan ketegangan antara keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDIP.
Pendahulu Xi Jinping, yakni Xi Jiang Zemin dan Hu Jintao melepaskan kekuasaan setelah 10 tahun menjabat.
PERINGATANAN 49 tahun peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari) digelar dengan tama Menolak Lupa: Pertahankan Demokrasi. Mengingatkan 3 periode jabatan presiden melawan reformasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved