Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RAIS Aam Pengurus Besar Naldlatul Ulama KH. Miftahul Ahkyar berharap para Pengurus Wilayah Naldlatul Ulama merelakan keputusan mengenai pelaksanaan Muktamar NU dilakukan oleh Pengurus Besar NU.
"Manakala nanti kondisi belum memungkinkan karena ada perkembangan terkait pandemi covid-19 yang membahayakan keselamatan bersama maka kami minta keikhlasan dari para pengurus wilayah NU untuk menyerahkan putusan terkait penyelenggaraan Muktamar kepada pengurus besar Nahdlatul Ulama dengan tumakninah nawaitu (dengan niat) berkhidmat (kepada) Allah," ujar Miftahul Ahkyar saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Jakarta, hari ini.
Munurutnya, penyelenggaraan munas dan konbes NU sebagai bagian dari upaya untuk membuat keputusan tentang jadwal pelaksanaan Muktamar NU ke 34 dan sekaligus sebagai media bagi seluruh pengurus wilayah NU yang memiliki hak untuk mengikuti pelaksanaan Munas dan konbes ini untuk menyampaikan aspirasi mengenai pelaksanaan Muktamar.
Baca juga: Munas Alim Ulama NU Bahas Criptocurrency Hingga UU Penodaan Agama
"Karena sebagaimana diatur dalam anggaran rumah tangga/anggaran dasar lama yang memiliki hak menentukan keputusan dalam pelaksanaan Muktamar NU adalah pengurus wilayah," ujarnya.
Bahkan sejumlah PWNU telah menyampaikan sapirasi yang sesuai amanah yang tertuang di dalam anggaran dasar pasal 14 dan anggaran dasar rumah tangga Nahdlatul Ulama pasal 57 dan 58. Yang pada intinya, aspirasi tersebut dan pertimbangan conditional maupun syarat, meminta pertama dilaksanakan tahun 2021 ini selambat-lambatnya pada Desember 2021. (OL-4)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
Menurutnya ini bukan sekadar teladan yang tidak hanya berlaku bagi kalangan anak muda NU sebagai generasi penerus.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
Oleh karena itu, penguatan relasi NU dan NKRI membutuhkan agenda strategis yang melampaui retorika. Digitalisasi dakwah moderat ialah kebutuhan mutlak
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
Rangkaian menuju Muktamar ke-35 sendiri akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
TOKOH Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur mengingatkan, penyelenggaraan Muktamar NU mendatang harus bebas dari politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved