PBNU Matangkan Persiapan Muktamar 2026, Dijadwalkan Digelar Akhir Juli atau Awal Agustus

Devi Harahap
29/4/2026 17:19
PBNU Matangkan Persiapan Muktamar 2026, Dijadwalkan Digelar Akhir Juli atau Awal Agustus
Bendera PBNU(MI)

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan seluruh tahapan menuju Muktamar 2026 terus dimatangkan, dengan jadwal pelaksanaan yang mengarah pada akhir Juli atau paling lambat pada awal Agustus.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.

“Apa yang disuarakan forum Ketua PWNU se-Indonesia pada prinsipnya sejalan dengan hasil rapat pleno dan kebijakan Rais Aam. Karena itu, kami menyambut baik permintaan para Ketua PWNU,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, PBNU kini berfokus pada penyempurnaan aspek teknis dan administrasi agar seluruh rangkaian forum, mulai dari Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar, berjalan sesuai mekanisme organisasi.

“Panitia kecil sedang bekerja keras menuju Muktamar Agustus. Alhamdulillah, susunan kepanitiaan Munas, Konbes, sekaligus Muktamar sudah dituntaskan,” katanya.

Selain itu, PBNU juga membentuk tim panel khusus untuk menangani persoalan surat keputusan (SK) kepengurusan sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas organisasi.

“Untuk masalah SK kepengurusan, saat ini sudah ada tim panel yang diketuai Prof Mohammad Nuh dan sekretaris Amin Said Husni. Tim ini bekerja sesuai mandat organisasi untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan SK kepengurusan,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, seluruh proses persiapan dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan ketertiban, agar Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi dapat menghasilkan keputusan strategis.

“Kita ingin semua proses berjalan tertib, sesuai mekanisme organisasi, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah. Muktamar adalah forum besar NU, sehingga persiapannya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (Dev/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya