Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSIAPAN Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mulai menjadi sorotan. Sejumlah kalangan mengingatkan agar forum tertinggi organisasi tersebut tetap steril dari kepentingan politik praktis dan ekonomi kelompok.
Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Achmad Rosikh Roghibi menegaskan Muktamar NU merupakan ruang sakral yang tidak boleh dicampur adukkan dengan kepentingan di luar khittah organisasi.
“NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau Muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU akan menyimpang dari khittahnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Rosikh dalam keterangannya pada Selasa (28/4).
Menurutnya, seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu. Ia juga menolak adanya kepentingan ekonomi yang berpotensi menguntungkan segelintir pihak dalam forum tersebut.
Lebih jauh, Gus Rosikh mendorong agar kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikembalikan kepada dzuriyah muassis, yakni keturunan para pendiri NU. Ia menilai, figur dengan garis keturunan tersebut memiliki kedekatan historis, kultural, sekaligus spiritual dengan nilai dasar organisasi.
“Sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis yang memahami betul ruh perjuangan NU. Ini bukan soal eksklusivitas, tapi soal menjaga kesinambungan nilai dan amanah para pendiri,” tuturnya.
Selain itu, dzuriyah muassis tidak hanya membawa legitimasi genealogis, tetapi juga memikul tanggung jawab moral untuk menjaga warisan perjuangan para ulama pendiri NU.
Gus Rosikh juga mengingatkan masuknya kepentingan politik praktis berpotensi merusak keberlanjutan organisasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap NU.
“NU ini didirikan oleh para ulama dengan niat ibadah, bukan untuk kepentingan politik sesaat atau mencari ‘cuan’. Kalau Muktamar sudah dicampuri kepentingan seperti itu, maka ruh keulamaannya akan luntur,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya mengembalikan marwah PBNU sebagai representasi dunia pesantren. Menurutnya, organisasi harus kembali berpijak pada nilai kepesantrenan yang menjunjung tinggi akhlak, keilmuan, serta kemandirian ulama. (Dev/P-3)
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
PBNU usulkan pendekatan proporsional terkait wacana pelarangan vape. Fokus pada edukasi dan pengawasan distribusi untuk cegah penyalahgunaan narkotika.
Gus Fahrur memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya pemberantasan narkoba.
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
Rangkaian menuju Muktamar ke-35 sendiri akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
TOKOH Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur mengingatkan, penyelenggaraan Muktamar NU mendatang harus bebas dari politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved