Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI melepas satu tersangka pelaku peretasan situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) berinisial MLA, 17, lantaran telah mencapai kesepakatan diversi. Alasannya, tersangka pelaku peretasan situs Setkab masih anak-anak di bawah umur.
"Satu orang diversi. Tersangka masih anak-anak di bawah umur," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Selasa (31/8).
Ahmad menerangkan MLA dipulangkan ke tempat asalnya, yaitu Sumatra Barat (Sumbar). Namun, Ahmad menjelaskan MLA tetap dikenakan wajib lapor secara berkala selama 3 bulan.
"Dikembalikan kepada orangtuanya. Sesuai kesepakatan, anak tersebut wajib lapor secara berkala selama 3 bulan di Bapas Padang," ungkapnya.
"Tentu penyidik sudah berkoordinasi dengan pihak Bapas dan mendasari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)," tambahnya. Langkah tindakan diversi, kata Ahmad, merupakan pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses di luar peradilan pidana.
Karena itu, tersangka pelaku peretasan situs Setkab tersisa 1 orang, yaitu BS, 18. Kini, BS diamankan di rutan Bareskrim Polri.
Sebelumnya, Polri telah menangkap dua pelaku peretasan situa atau website Setkab RI yakni BS alias ZYY dan ML alias LF. Keduanya ditangkap di wilayah Sumatra Barat. Motif utama peretasan yaitu mencari keuntungan dengan menjual skrip backdoor dari web yang menjadi target kepada orang yang membutuhkan.
Baca juga: Peretas Situs Setkab RI Ditangkap, Motif Cari Keuntungan Pribadi
Kemudian, Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Selatan (Bapas Jaksel) melakukan pendampingan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum atau ABH, yaitu anak yang melakukan peretasan situs Sekretariat Kabinet (Setkab). Pendampingan tersebut untuk mencapai kesepakatan diversi. (OL-14)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pemesanan hotel secara daring, menyusul ditemukannya dugaan peretasan.
DINAS Rahasia AS tengah menyelidiki gangguan pada eskalator dan teleprompter saat kunjungan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump ke Sidang Majelis Umum PBB.
Fitur ini disebut Memory Integrity Enforcement (MIE), dirancang untuk menghentikan bug kerusakan memori, salah satu kerentanan paling umum yang dieksploitasi pengembang spyware
Google bantah kabar peretasan gmail. Perusahaan ini menegaskan sistem keamanan mereka masih tangguh.
Anthropic mengungkap AI Claude disalahgunakan peretas, termasuk Korea Utara, untuk serangan siber, pencurian data, hingga penipuan kerja jarak jauh.
"Berdasarkan hasil penelusuran dan validasi yang telah kami lakukan, kami memastikan bahwa klaim kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar itu tidak benar,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved